9 Poin Arahan Presiden RI Terkait Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional pada Rapat Terbatas Melalui Konferensi Video, Senin (14/9)

oleh -190 views
Pesantren Minhajul Atsar Tidak Meliburkan Santrinya, Simak Alasan-Alasannya
  1. a. Agar selalu melihat data sebaran untuk setiap pengambilan keputusan dalam merespons penambahan kasus di provinsi, kabupaten, dan kota.
    b. Terapkan strategi intervensi berbasis lokal dan strategi pembatasan berskala lokal, sehingga penanganannya lebih detail dan fokus.
  2. Pemerintah harus terus bekerja keras meningkatkan angka kesembuhan dan terus mengejar rata-rata kesembuhan global/dunia.
  3. Pemerintah juga harus terus menurunkan angka kematian.
  4. Pemerintah terus menambah tempat isolasi COVID-19 tanpa gejala ataupun yang bergejala ringan dan juga menyiapkan pusat pusat karantina untuk pasien dengan gejala ringan, agar tidak melakukan isolasi mandiri yang berpotensi menularkan kepada keluarga.
  5. Pastikan ketersedian tempat tidur dan ICU di RS rujukan untuk kasus-kasus yang berat.

    Baca: Jubir Covid: Penambahan Kasus Positif Baru Masih Berfluktuasi


    Lakukan audit dan koreksi mengenai protokol keamanan, tenaga kesehatan, dan pasien di seluruh RS, sehingga RS menjadi tempat yang aman dan tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19.

  6. Segera perkecil ketimpangan kapasitas testing antardaerah, jangan sampai ada yang sudah terlalu tinggi, tapi provinsi-provinsi lain masih jauh di bawahnya.
  7. Agar Fokus dalam penanganan penyebaran COVID-19 di negara kita yang merupakan negara kepulauan, pemahaman mengenai penyebaran COVID-19 sangat penting dalam menangani pandem ini, sehingga hasilnya setiap minggu bisa kelihatan.
  8. Tingkatkan penegakan disiplin dalam menjaga protokol kesehatan, terutama mengenai masker dan jaga jarak (physical distancing).
  9. Kita masih punya waktu sampai akhir September dalam meningkatkan daya ungkit ekonomi, daya beli masyarakat, dan konsumsi rumah tangga di kuartal III ini. Percepat seluruh program insentif yang sifatnya cash transfer untuk pemulihan ekonomi nasional.

Sumber: setkab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *