,

Ada Chip Pelacak Orang Pada Vaksin Covid-19, Satgas Nasional: Itu Adalah Berita Bohong!

oleh -271 views

Di tengah banyaknya musibah menimpa negeri ini, di samping musibah pandemi yang masih terus berlangsung, juga terjadi musibah bencana gempa, banjir, tanah longsor, dll. Sangat disesalkan, di tengah kondisi ujian yang sangat berat ini, berita-berita bohong atau hoaks tak berhenti diedarkan di tengah masyarakat.

Islam sangat melarang menyebarkan berita palsu atau bohong. Islam juga mengajarkan agar kita menerima informasi dari sumber terpercaya, dan meneliti validitas berita jika sumbernya tidak jelas, serta tidak turut menyebarkan berita atau informasi jika tidak diketahui kepastian validitasnya.

Allah Ta’ala berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ. (الحجرات: 6)

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (al-Hujurat: 6)

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا. (النساء: 83

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pemerintah) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).” (An-Nisa: 83)

Ayat ini menunjukkan bahwa kita dilarang untuk terburu-buru dan tergesa-gesa menyebarkan berita-berita yang tidak jelas sejak awal mendengarnya. Sebaliknya kita diperintah untuk berpikir dan meninjau sebelum berbicara, apakah itu merupakan kemaslahatan sehingga bisa disampaikan kepada orang lain, ataukah bukan kemaslahatan sehingga musti ditahan.

Jika ada berita atau informasi yang tidak jelas sumbernya, maka hendaknya kita meneliti terlebih dahulu asal dan isi pemberitaan tersebut. Jangan pula langsung ikut-ikutan menyebarkan. Kita pun seharusnya tidak serta merta menyebarkan informasi yang sifatnya hanya memprovokasi terlebih lagi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaran atau validitasnya.

Dalam konferensi pers pada hari ini, Selasa (19/01/2021) Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi utamanya di social media, termasuk berita-berita palsu terkait vaksin. “Di tengah cobaan yang datang silih berganti di negara ini, kami dari Satgas banyak sekali menemui informasi palsu di social media terkait vaksin,” kata Jubir di Media Center Graha BNPB, Jakarta.

Jubir kembali menegaskan bahwa pemerintah bersama tim peneliti terus memantau perkembangan kesehatan para relawan. Dan hal inilah yang mendasari vaksin Sinovac dinyatakan aman oleh Badan POM. “Dikarenakan banyaknya hoaks (berita palsu) terkait vaksin, maka merupakan tanggung jawab Satgas untuk membantu pemerintah secara keseluruhan untuk meluruskan isu-isu tidak benar terkait vaksin,” ujarnya.

Prof. Wiku menyebutkan bahwa di antara yang beredar saat ini adalah isu penanaman chip atau komponen manajemen sistem yang bisa melacak masyarakat yang telah menerima vaksin.

“Pada kesempatan ini saya tegaskan bahwa berita itu adalah berita bohong atau hoax! Tidak ada chip di dalam vaksin!” tegasnya.

Terkait code yang disinyalir ada pada vaksin, Wiku menjelaskan bahwa kode tersebut tertera pada barcode yang menempel pada botol cairan vaksin dan tidak akan menempel pada orang yang divaksin. Wiku menjelaskan kegunaan barcode tersebut, yaitu adalah semata-mata untuk pelacakan distribusi produk vaksin dan sama sekali tidak dapat difungsikan untuk melacak keberadaan masyarakat yang telah divaksin.

Di samping itu, kata Jubir yang sekaligus Koordinator Tim Pakar ini, masyarakat juga harus mengerti bahwa informasi yang diberikan kepada pemerintah selama proses vaksinasi terjamin kerahasiaannya dan semata-mata digunakan untuk kepentingan proses vaksinasi. Hal ini sudah diatur dalam pasal 58 ayat 1 PP no. 40 tahun 2019, bahwa Kementerian atau lembaga dan badan hukum Indonesia yang memperoleh data pribadi penduduk atau data kependudukan dilarang menggunakan data pribadi penduduk dan atau data kependudukan melampaui batas kewenangannya.

Lalu Jubir menyampaikan pesan penting kepada seluruh masyarakat, bahwa banyaknya informasi hoax saat ini sangatlah meresahkan.

“Maka dari itu saya ingatkan kembali, apabila masyarakat mendapatkan berita atau video-video yang tidak jelas sumbernya agar dapat meneliti terlebih dahulu asal dan isi pemberitaan tersebut. Jangan langsung disebarkan. Masyarakat juga seharusnya tidak serta merta menyebarkan informasi yang sifatnya hanya memprovokasi terlebih lagi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan isinya. Ingat, bahwa mengaitkan dua hal yang tidak berhubungan adalah sangat berbahaya. Dan pada akhirnya masyarakat sendirilah yang akan sangat dirugikan oleh berita-berita tersebut,” tandasnya.

Maka pihak Satgas meminta media untuk dapat menyampaikan informasi yang valid kepada masyarakat serta membantu pemerintah menyampaikan klarifikasi atas berita-berita palsu yang banyak beredar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *