,

Angka Testing Nasional Menunjukkan Laju Penularan Menurun

oleh -221 views

Dalam keterangan pers perkembangan penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/4/2021), Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito memaparkan perkembangan penanganan COVID-19 sepanjang Januari hingga Maret 2021. Melihat perkembangan penanganan terkini, penambahan kasus positif harian terus menurun. Penurunan ini, ditegaskan oleh Prof. Wiku, bukan karena angka testing COVID-19 yang menurun. Bahkan testing Indonesia telah menyentuh standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yakni sebesar 1:1000 orang per minggu atau 276 ribu orang per minggu.

Mengutip laman covid19.go.id, Prof. Wiku mengatakan, “Terkait itu, dengan angka testing yang cukup baik akhir-akhir ini, jumlah kasus yang terdeteksi positif nyatanya menurun. Artinya, penularan COVID-19 yang saat ini cukup rendah, disebabkan menurunnya laju penularan dan bukan karena upaya penjaringan kasusnya (testing) yang rendah.”

Lebih rinci, Prof. Wiku menunjukkan grafik perkembangan jumlah orang yang diperiksa (testing), jumlah kasus positif dan positivity rate mingguan dalam periode tersebut. Melihat grafiknya, Indonesia setiap minggunya berusaha konsisten meningkatkan jumlah testing COVID-19. Meski diakui untuk intensitasnya sempat mengendur pada minggu pertama Februari. Namun pemerintah secara konsisten terus berusaha meningkatkan angka testing setiap minggunya.

Melihat perkembangan angka testing di Indonesia, angka testing nasional telah menyentuh angka ideal standar global yang ditetapkan WHO, yakni pada minggu kedua Maret hingga saat ini. Pencapaian ini diraih dengan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan, dengan tidak membiarkan adanya penurunan angka testing setiap minggunya.

Wiku mengingatkan, perkembangan di Indonesia ini menjadi kabar baik. Karena di tengah badai peningkatan kasus yang terjadi di dunia, Indonesia malah mampu bertahan selama 2 bulan terakhir dengan jumlah kasus yang tidak meningkat.

Perhatian Penting

Meski demikian Indonesia dalam waktu dekat akan menghadapi tantangan libur Idul Fitri. Satu-satunya cara untuk menjawab tantangan ini bagi masyarakat adalah dengan tidak bepergian dan berkumpul, meskipun berkumpul adalah tradisi bangsa Indonesia.

“Ingat, untuk dapat mencapai titik ini tidak sedikit nyawa berguguran, waktu yang termakan serta harta yang dihabiskan. Mari kita jaga hasil kerja keras ini dengan tidak terlena, malah sebaliknya menguatkan tekad kita bersama untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M maupun menjalankan 3T dan vaksinasi semaksimal mungkin,” pesan Wiku.

Kesabaran, pengendalian diri, dan kedisiplinan, serta kebersamaan masih terus dibutuhkan dalam menjalani hari-hari Pandemi ini. Seraya kita terus berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar segera mengangkat wabah ini dari bumi Indonesia khususnya, dan dunia pada umumnya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *