Apresiasi dari Kemendagri untuk Pesantren Minhajul Atsar Jember

oleh -758 views
Satgas Ponpes Dhiya'us Salaf Peringatkan Perjalanan ke Daerah Terjangkit

Pondok Pesantren merupakan lingkungan para santri (penuntut ilmu agama) untuk belajar ilmu-ilmu agama Islam. Tentu lingkungan ini harus dijaga kebersihan dan kesehatannya. Terkhusus di masa pandemi Covid-19. Harus dilakukan upaya serius dalam melindungi santri dari ancaman virus berbahaya ini.

Sebagaimana dinyatakan oleh Wapres RI bahwa apabila sejak awal sudah dikelola dan ditata dengan baik, kemudian dikarantina, para santrinya tidak boleh keluar kemana-mana, kemudian orang dari luar menjenguk dibatasi, maka pesantren menjadi tempat yang paling aman, Insyaallah. Hal ini juga didukung oleh Kemenko PMK. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI juga menyatakan bahwa jika seluruh yang ada di dalam pesantren sehat, maka pesantren menjadi tempat yang paling aman. Masyarakat di luar pesantren yang perlu dijaga agar tidak membawa potensi penyebaran Covid-19.

Dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, Pondok Pesantren (Ma’had) Minhajul Atsar Jember melakukan berbagai langkah untuk pencegahan Covid-19 di pesantren sejak awal terjadinya pandemi. Yaitu melalui program Karantina mandiri pesantren dan perumahan homogen yang berada dekat dengan kompleks pesantren, yang merupakan pemukiman para ustadz, pengajar, pengurus, dan para orang tua/wali santri.

Dengan memohon taufiq Allah Ta’ala, pada tanggal 23 September 2020, Ponpes Minhajul Atsar Jember berkirim surat kepada Menteri Dalam Negeri RI, selaku ketua VI Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN). Meminta arahan dan bimbingan terkait pelaksanaan karantina dan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Pesantren Minhajul Atsar Jember dan pemukiman di dekatnya.

Alhamdulillah, pada 12 November 2020 sampailah surat balasan dari Kemendagri. Dalam surat tersebut, Kemendagri memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren (Ma’had) Minhajul Atsar Jember. Merupakan kabar gembira sekaligus nikmat yang wajib disyukuri.

Berikut kutipan lengkap isi surat bernomor 440/3155/BAK tersebut,

Menanggapi surat Saudara nomor 20/MMA-B/02/1442 tanggal 23 September 2020 hal Permohonan Arahan dan Bimbingan, bersama ini kami sampaikan kepada Saudara hal-hal sebagai berikut:

  1. Kementerian Dalam Negeri sangat mengapresiasi Pesantren Ma’had Minhajul Atsar yang telah ikut berperan melaksanakan protokol kesehatan dalam penanganan pandemi Covid 19 di lingkungan pesantren sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
  1. Karantina kesehatan bertujuan memperlambat transmisi Covid- 19 dengan membatasi kontak di antara masyarakat sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan pembatasan aktivitas yang terbagi dalam beberapa kebijakan sesuai kebutuhan dan temuan kasus di lapangan, yaitu karantina rumah, karantina rumah sakit, karantina wilayah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
  1. Mencermati penamaan karantina sendiri (self isolation) yang dilakukan oleh pesantren Ma’had Minhajul Atsar pada prinsipnya sudah bagus namun alangkah baiknya penamaan tersebut menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yaitu karantina wilayah dalam hal ini tentunya karantina wilayah mandiri khusus di lingkungan pesantren.
  1. Protokol kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19 yang diterapkan pada Pesantren Ma’had Minhajul Atsar sudah cukup baik yang disesuaikan dengan lingkungan pesantren.
  1. Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini melalui Satgas Penanggulangan Covid-19 daerah menghimbau kepada pesantren Ma’had Minhajul Atsar agar terus bersinergi bersama pemerintah daerah dalam program bersatu melawan Covid-19.
  1. Agar masyarakat yang tinggal di pemukiman pesantren Ma’had Minhajul Atsar telah terdaftar di kelurahan/pemerintahan desa setempat sebagai bagian dari pendataan adminstrasi kependudukan.

Demikian disampaikan dan atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

—selesai penukilan—

Surat tersebut ditandatangani di Jakarta, pada tanggal 2 November, oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Indra Gunawan SE MPA.

Apa yang kami sampaikan ini, dalam rangka menyampaikan kabar gembira dan dalam rangka bersyukur kepada Allah. Yang dengannya kami berterima kasih kepada Allah subhanahu wa taala berikut semua pihak, para pengurus, asatidzah, ikhwah dan para santri.

Ini semua juga dalam rangka juga mengamalkan firman Allah,

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” (QS. adh-Dhuha 11)

Ya, salah satu amalan shaleh adalah menyampaikan dan menyebutkan karunia maupun nikmat yang Allah berikan. Ini dalam rangka untuk menambah iman dan dalam rangka untuk meningkatkan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Menyebutkan dan menyampaikan nikmat-nikmat yang Allah berikan, bagian dari amal shaleh, bukan bagian dari pada ujub, terkhusus di masa nikmat Allah sering dilupakan, di masa orang tidak mengerti bahwa itu adalah karunia. Apalagi kalau nikmat yang dimaksud sengaja disebutkan untuk menepis sebuah isu yang dituduhkan, maka syariat mengizinkan. Ya, kenapa kami menyebutkan ini, di antara juga dalam rangka menepis fitnah yang akhir-akhir ini ditujukan ke pesantren kami.

Sekali lagi, kami menyebutkan ini dalam rangka

  1. Memberi semangat kepada anak didik dan salafiyyin,
    • Bisa beribadah
    • Bisa thalabul ilmi
    • Bisa dijaga kesehatannya

Di saat sebagian orang terhalang untuk mendapatkan itu semua.

  1. Memberi semangat kepada orang tua yang putranya ada di sini,
  2. Dan yang terpenting untuk menepis tuduhan dusta dan isu negative tentang pesantren kami, terkhusus di masa pandemic.

Kami mengucapkan kepada semua pihak, rasa syukur dan terima kasih kami, dan kami katakan ini semua adalah karunia dari Allah, bukan semat-mata jerih payah kami, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Sumber: http://mahad-assalafy.com/apresiasi-dari-kemendagri-untuk-pesantren-minhajul-atsar-jember/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *