,

Arahan Penting Agar Pesantren Aman Covid-19, Biidznillah

oleh -681 views

Pandemi di Indonesia terjadi sejak Maret 2020. Ini merupakan musibah yang menimpa negeri ini. Kenyataan ini membuat kita sebagai insan beriman harus banyak mengoreksi diri dan bertaubat kepada Allah Ta’ala. Karena musibah yang melanda merupakan akibat dosa dan perbuatan maksiat anak manusia. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ  الشورى: 30

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat tersebut dalam kitab tafsirnya: “Musibah apapun yang menimpa kalian wahai umat manusia, maka itu tidak lain disebabkan kejelekan-kejelekan yang telah kalian lakukan.”

Penyebaran Covid-19 sudah sampai ke 500 kabupaten/kota, tersisa 14 kabupaten/kota yang belum ditemukan kasus positif. Kasus konfirmasi sudah lebih dari 361.000. “Jika mengandalkan fasililitas kesehatan maka tidak akan mampu, maka dibutuhkan upaya pencegahan penyebaran,” ungkap Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan dalam acara daring Kampanye 3M di Pesantren, Senin (19/10/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Kesmas menyampaikan bahwa dalam upaya pemberdayaan masyarakat di pesantren, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/2322/2020 tentang Panduan Pemberdayaan Masyarakat Pesantren dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Pesantren, tertanggal 28 September 2020.

“Pesantren dengan aktifitas dan jumlah yang besar memilki risiko besar. Tapi jika seluruh yang ada di dalamnya sehat maka menjadi tempat yang paling aman. Masyarakat di luar pesantren yang perlu dijaga agar tidak membawa potensi penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

“Dengan kondisi seperti ini, sangat penting adanya komitmen dari Pimpinan Pesantren dan edukasi kepada masyarakat pesantren dengan melibatkan secara aktif seluruh santri dalam upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 sebagai bentuk nyata pemberdayaan masyarakat di pondok Pesantren,” kata Dirjen Kesmas melanjutkan penjelasannya.

Pemberdayaan masyarakat pesantren dilakukan dengan melalui kegiatan-kegiatan:

  1. Menerbitkan kebijakan pencegahan dan pengendalian COVID-19 di pesantren;
  2. Melakukan analisis situasi pesantren;
  3. Melakukan pengorganisasian di pesantren dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19;
  4. Menggalang kemitraan untuk optimalisasi kegiatan;
  5. Meningkatkan literasi kesehatan;
  6. Meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan pesantren;
  7. pelaporan dan penilaian.

(Hal ini juga sebagaimana diterangkan dalam KMK no. HK.01.07/Menkes/2322/2020 tersebut, BAB III halaman 17).

“Pesantren yang jumlahnya besar, diharapkan menjadi tempat pembinaan dan sekaligus agen perubahan. Kebiasaan di dalam pesantren bisa disampaikan ke masyarakat luar,” katanya.

“Partisipasi aktif dari masyarakat pesantren, pembinaan, dan kerjasama dengan Puskesmas serta Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sangat penting untuk keberhasilan upaya ini. Keberhasilan pesantren akan memberikan kontribusi bermakna dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat pesantren, khususnya di saat kedaruratan kesehatan masyarakat di Indonesia dan dunia pada umumnya,” tandasnya


Baca:


Pesantren termasuk tatanan pendidikan yang merupakan tatanan potensial terjadinya penularan COVID-19. Oleh sebab itu, pemerintah sangat berhati-hati untuk mengeluarkan kebijakan terkait dengan kegiatan belajar bagi anak usia sekolah khususnya pesantren. Demikian dikutip dari KMK no. HK.01.07/Menkes/2322/2020 tersebut, halaman 5.

Mengutip http://www.wapresri.go.id, Wakil Presiden RI pada tanggal 17 Juli 2020 menyampaikan, “Tapi kalau sudah disiapkan dengan baik, pesantren itu paling aman sebab dia dikarantina, kemudian dikawal jangan sampai dia [siswa] keluar, jangan sampai ada orang masuk.”

Penerapan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) di lingkungan kompleks dan area pesantren merupakan suatu yang niscaya. Dalam KMK no. HK.01.07/Menkes/2322/2020 itu PHBS didefinisikan  sebagai berikut:

PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan, seperti:

  • – cuci tangan dengan sabun,
  • – memakai masker,
  • – tidak merokok,
  • – mengonsumsi gizi seimbang,
  • – tetap tinggal di dalam pesantren,
  • – menghindari kerumunan,
  • – menjaga kebersihan lingkungan, dan lain-lain,

atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan masyarakat pesantren dapat menolong dirinya sendiri berperan aktif dalam hal ini mencegah penularan COVID-19 untuk mewujudkan kesehatan masyarakat pesantren. (lihat halaman 6)

Para santri, sebagai para pelajar yang dididik dengan ilmu-ilmu agama, semestinya merupakan pihak yang paling mengerti tentang upaya pencegahan dan pengendalian penyakit, termasuk protokol pencegahan Covid-19. Karena agama Islam sangat mementingkan kesehatan dan pencegahan penyakit serta pengobatannya.

Dalam KMK no. HK.01.07/Menkes/2322/2020 tersebut ditegaskan bahwa dalam persiapan adaptasi kebiasaan baru dan untuk mengatur protokol kesehatan yang harus diterapkan di pesantren apabila pesantren memulai kegiatan pembelajaran tatap muka, pemerintah telah menerbitkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Dengan senantiasa memohon pertolongan kepada Allah, disertai dengan upaya serius menempuh upaya preventif dan protokol kesehatan, serta tidak abai dan lalai, insyallah pesantren bisa terjaga dan terlindungan dari penyakit berbahaya ini.

Allah Ta’ala berfirman (artinya): Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (at-Taubah: 51)

 

KMK no. HK.01.07/Menkes/2322/2020

 

SKB 4 Menteri

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *