Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing

oleh -475 views
Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد

Perjalanan hidup anak manusia tak dapat dipisahkan dari suka dan duka. Terkadang datang masa suka dan terkadang datang masa duka. Keduanya datang silih berganti, sambung menyambung menjadi satu.

Itulah kehidupan dunia.
Liku-likunya berkelok tajam.
Lintasannya penuh aral dan rintangan.
Godaan syubhat dan rayuan syahwatnya amat dahsyat.
Tak ada seorang anak manusia pun yang kuat menghadapi pahit getir dan pernak-perniknya sendirian.

Duhai betapa beratnya!? Kalaulah bukan karena pertolongan Allah, kemudian kebaikan dan bantuan dari saudara seiman, sulit rasanya untuk bisa bertahan di atas norma-norma yang luhur. Bertutur kata yang mulia, bersikap dengan bijak, dan berprilaku santun.

Tak heran, bila Allah Subhanahu Wata’ala memerintahkan para hamba-Nya untuk saling tolong-menolong di atas kebajikan dan ketakwaan. Saling menopang dan menguatkan. Agar kehidupan yang berat itu terasa lebih ringan.

Lebih dari itu, terbimbing di atas kebajikan dan ketakwaan yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sebaliknya, kehidupan yang berat itu akan terasa semakin berat dan hampa dari barakah, manakala diwarnai oleh sikap tolong-menolong di atas dosa dan permusuhan.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ َتَعَاوَنُوا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Saling tolong-menolonglah kalian di atas kebajikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian saling tolong-menolong di atas dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2)

Bersyukurlah orang-orang yang hidup di lingkungan yang baik. Saling tolong-menolong di atas kebajikan dan ketakwaan. Problem kehidupan yang berat insyaAllah dapat teratasi dengan kebersamaan yang terpuji.

Betapa nikmatnya bila masing-masing dapat menjaga diri dari dosa dan permusuhan.
Karena dosa dan permusuhan dapat merusak persaudaraan dan kebersamaan.
Dengan dosa dan permusuhan akan terkikis bahkan sirna berbagai kenikmatan yang telah lama dirasakan.

Terkhusus di masa pandemi Covid-19 yang sedang melanda ini. Saat-saat yang dibutuhkan padanya sikap empati dan peduli. Kondisi darurat untuk kita saling tolong-menolong di atas kebajikan dan ketakwaan, jauh dari sikap tolong-menolong di atas dosa dan permusuhan.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.


Baca: Bersyukur di Bawah Rintik Kesabaran


Semua itu akan dimudahkan dan mendapatkan taufik dari Allah, manakala qalbu dan amalan kita bercahayakan ilmu.
Cinta kepada ilmu, majelis ilmu, lingkungan ilmu, dan orang-orang yang berilmu.

Dengan ilmu, seseorang akan terbimbing menuju hidayah dan istiqamah. Kehadirannya di majelis ilmu menjadi tabungan kebaikan yang sangat berharga. Kehidupannya di tengah-tengah lingkungan ilmu akan menjadi benteng bagi keistiqamahan diri dan keluarganya. Kedekatan dan ihtiramnya kepada orang-orang yang berilmu menjadi pangkal kebaikan hidupnya.

Betapa indahnya ungkapan hikmah yang pernah disampaikan oleh Aun bin Abdillah rahimahullah di hadapan Khalifah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah,

إِنِ اسْتَطَعْتَ فَكُنْ عَالِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَكُنْ مُتَعَلِّمًا، وَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَأَحِبَّهُمْ، وَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَلَا تَبْغَضْهُمْ

“Jika engkau mampu, maka jadilah orang berilmu. Jika engkau tidak mampu (menjadi orang berilmu), maka jadilah penuntut ilmu. Jika engkau tidak mampu (menjadi penuntut ilmu), maka cintailah mereka. Jika engkau tidak mampu (mencintai mereka), maka janganlah membenci mereka.” (Jami’ Bayanil Ilmi Wafadhlihi karya al-Imam Ibnu Abdil Bar no. 143)

Semoga Allah yang Maha Rahman senantiasa memberikan kemudahan kepada kita dalam mengarungi kehidupan dunia ini, mencurahkan segala berkah dan meneguhkan jiwa kita di atas keistiqamahan, selama hayat masih dikandung badan. Amiin, Yaa Mujiibas sailiin..

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

4 Dzul Qa’dah 1441H
Muhibbukum Fillah: Ruwaifi’ bin Sulaimi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *