,

Bersyukurlah Wahai Saudaraku, di Musim Covid, Mari Bangkit

oleh -922 views
Bersyukurlah Wahai Saudaraku, di Musim Covid, Mari Bangkit

Semoga tulisan ini sebagai bagian pengamalan terhadap ayat al-Qur’an:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (11)

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan/sebut-sebutlah.” (adh-Dhuha: 11)

Menyebut-menyebut nikmat Allah dengan lisan, atau memperbincangkannya, dalam rangka memuji dan menunjukkan keagungan Allah sang pemberi nikmat, merupakan bagian dari syukur atas nikmat-nikmat-Nya.

Jika kita pandai bersyukur, maka syukur itu menjadi sebab nikmat itu akan bertahan terus ada pada kita, bahkan akan ditambah oleh Allah Ta’ala. Sebaliknya, jika kita kufur nikmat, maka nikmat-nikmat akan dicabut oleh Allah Ta’ala.

Saudaraku … Musibah dan cobaan suatu yang niscaya dalam kehidupan dunia ini. Bisa cobaan menimpa harta, tanah ladang, pekerjaan, atau jiwa dan nyawa. Tentu cobaan itu terasa berat dan pahit. Namun agama telah mengajarkan untuk bersabar dalam menghadapinya, sepahit apapun musibah dan cobaan itu.

Termasuk cobaan yang Allah berikan kepada umat manusia saat ini, menimpa negeri bahkan seluruh dunia, Pandemi Covid-19. Jelas terasa pahit. Namun, apabila kita mengingat bahwa musibah ini datang dari Allah Ta’ala Yang Maha Pengasih, maka kita pasti yakin bahwa di balik ujian besar ini pasti ada hikmah besar pula di baliknya.


Baca: Wabah Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) Antara Ujian dan Hukuman


Dampak musibah pandemi Covid-19, di antaranya mengenai sisi ekonomi. Tak sedikit yang kesulitan pekerjaan, bahkan kehilangan pekerjaan. Memang, jika di tengah musibah ini kita memikirkan nasib sendiri-sendiri maka musibah terasa semakin berat. Namun jika kita bersatu, bersinergi, dan saling bekerja sama, maka semuanya terasa lebih ringan, biidznillah.

Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda menasehati kita semua:

« وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ »

Allah selalu menolong hamba-Nya selama sang hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim 2699)

Sungguh nasehat dari seorang nabi yang agung ini, memantik semangat untuk senantiasa peduli dan aktif membantu sesama. Bagaimana tidak, sementara balasannya sangat jauh lebih besar dan lebih utama dari sekedar apa yang kita perbuat. Yaitu Allah pasti menolong sang hamba yang menolong saudaranya tersebut. Sebuah jaminan yang disampaikan sang nabi yang terpercaya.

Saudaraku, ruh inilah yang membangkitkan semangat komunitas salafy di Pesantren Minhajul Atsar Jember untuk bersinergi di musim Pandemi. Melalui Satgas Tanggap Covid-19 yang dibentuk, menjadi wadah koordinasi program-program penting dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan buruk dampak pandemi. Seraya senantiasa memohon pertolongan Allah Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa.

Kampanye Protokol Pencegahan Covid-19

Protokol-protokol penting pencegahan Covid-19 dikampanyekan oleh Satgas Tanggap Covid-19 kepada seluruh warga komunitas. Edukasi PHBS, kampanye CTPS dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukungnya berupa wastafel dan sabun cair, penerapan physical distancing, imbauan mengenakan masker, dan lainnya. Bukan hanya imbauan umum, tapi disampaikan pula dalam bentuk edukasi kepada para santri di pesantren dan keluarga-keluarga warga komunitas secara berkesinambungan. Dalam pelaksanaannya pun selalu ada pendampingan, pengawasan yang baik, saling mengingatkan, dan menegur siapa-siapa yang lupa dengan cara yang hikmah dan santun.


Baca: Jangan Sepelekan Covid-19: Yuk, Rajin CTPS


Demikianlah kondisi di tengah komunitas salafy. Mereka, alhamdulillah, mau diajak tertib dan disiplin dengan penuh kesadaran, bukan paksaan. Bagaimana bisa terwujud situasi yang demikian? Apa motivasinya? Motivasinya tak lain adalah: demi menjalankan dalil-dalil agama, demi menjalan imbauan-imbauan pemerintah yang ini bagian dari prinsip ketaatan kepada pemerintah, dan kesadaran demi mewujudkan keselamatan bersama. Sungguh sebuah nikmat yang sangat patut disyukuri.

Mengatasi Dampak Ekonomi

Tentu pandemi Covid-19 yang perkembangannya masih terus memburuk ini, mau tidak mau berdampak pada sektor perekonomian.

Maka komunitas Salafy, melalui Satgas Tanggap Covid-19, berupaya mengatur bantuan dari saudara-saudara yang Allah berikan kecukupan dan kelapangan rizki, kepada saudara-saudaranya yang mengalami kesulitan. Ini merupakan sifat orang-orang bertaqwa yang Allah puji dalam ayat-Nya:

{ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3)} [البقرة: 2، 3]

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat , dan menginfakkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.(al-Baqarah: 2-3)

Terutama apabila infaq dilakukan pada masa-masa sulit, kepada saudaranya yang mengalami kesulitan. Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

«مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ»

Barangsiapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan dunia, maka Allah akan lepaskan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan di hari Kiamat. Barangsiapa yang memudahkan urusan saudaranya yang sedang mengalami kesulitan, maka Allah akan berikan kemudahan baginya di dunia dan di akhirat.” (HR. Muslim 2699)

Seorang mukmin yang mendengar hadits nabi tersebut, pasti akan termotivasi untuk segera beramal, pasti tergerak untuk segera membantu saudara-saudaranya. Terlebih lagi pada situasi Pandemi Covid-19, kondisi yang tak sedikit dari saudara-saudara kita mengalami kesulitan. Bisa saja saudara-saudara kita itu tak mengeluh dan tidak meminta, karena dorongan sifat menjaga diri dari meminta-minta. Maka kepekaan dan solidaritas sosial sangat dituntut. Tanpa menunggu saudara kita mengeluh, kita sebagai orang yang Allah beri kelapangan rizki segera berbagi mengulurkan tangan.


Baca: Antisipasi Kelangkaan Bahan Pangan: Ponpes Minhajul Atsar Bangun Gudang Beras


Sungguh ini merupakan nikmat yang harus disyukuri. Dalam situasi sulit karena dampak pandemi, di tengah komunitas salafy tak sedikit dari saudara-saudara kita yang memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap penderitaan atau kesulitan saudara-saudaranya yang lain. Sehingga komunitas salafy terjaga dari kesenjangan sosial. Alhamdulillah, semata ini karunia dari-Mu Ya Rabb.

Kemandirian Pangan

Imbauan pemerintah untuk selalu di rumah saja, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah. Imbauan ini terus disampaikan, sebagai salah satu cara paling efektif dalam memutus rantai penyebaran virus Corona.

Komunitas Salafy Pesantren Minhajul Atsar Jember tak ketinggalan turut memerhatikan dan menjalankan imbauan yang sangat penting tersebut. Imbauan yang mudah, yaitu tinggal di rumah saja. Sekaligus merupakan rekomendasi dari hasil rapat Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Nasional bersama komisi IX DRP RI pada 24 Maret yang lalu, yang menyatakan Ponpes harus melakukan Karantina Mandiri (self isolation) dengan memperhatikan kebersihan dan sterilasi wilayahnya dengan sangat ketat. Agar Covid-19 benar-benar tidak masuk ke area pesantren dan wilayah di sekitarnya. Portal gerbang masuk ke kompleks pesantren dan area pemukiman komunitas salafy di sekitarnya tertutup dari akses luar sejak awal April 2020. Tidak ada orang luar yang masuk, sebaliknya tidak ada warga pesantren dan warga pemukiman yang keluar dari batas portal gerbang masuk.

Lalu bagaimana dengan kebutuhan logistik dan belanja keseharian? Dengan kerja sama yang baik dan saling mendukung, yang didasarkan pada sikap penuh kesadaran, maka kesulitan bisa terjawab. Melalui Satgas Tanggap Covid-19 PP. Minhajul Atsar Jember, kerja sama tersebut bisa dikoordinasikan dengan baik sehingga menghasilkan sinergi yang sangat solid.

Untuk kebutuhan sayur, seperti bayam, kangkung, wortel, tomat, cabai, dll, serta buah-buahan, Satgas Tanggap Covid-19 mengupayakan untuk mendapatkan langsung dari petani, atau melalui rekanan penghubung namun sayurannya tetap dikirim langsung dari petani. Sengaja tidak melalui pasar umum. Kenapa demikian? Hal ini dilakukan demi memutus atau menghindari dari kemungkinan rantai penularan virus Corona. Kemudian sesampainya di Pesantren, sebelum masuk portal pintu gerbang, sayuran tersebut diperlakukan melalui prosedur yang ketat. Demi mencegah virus Corona namun tidak membahayakan kesehatan.

Hal yang sama juga dilalukan oleh Satgas Tanggap Covid-19 untuk kebutuhan ikan segar, daging dan ayam segar, tahu, tempe, dll. Semua langsung dari nelayan/peternak/produsen, atau melalui rekanan, sebagaimana halnya sayuran. Demikian pula perlakuan tatkala barang-barang tersebut tiba di pesantren sebelum masuk ke portal pintu gerbang, juga melalui proses protokol yang sama ketat sebagaimana halnya sayuran di atas.


Baca: Antisipasi Kelangkaan Pangan, Dampak Covid-19: Ponpes Ini Gulirkan Program Mandiri Pangan


Adapun kebutuhan-kebutuhan semisal sembako, bumbu-bumbu kering, dll, bisa didapatkan di Toko Unit Usaha Pesantren yang berada di kompleks pesantren. Yang mana, barang-barang yang dijual di toko tersebut juga telah melalui protokol ketat dan karantian sebelum masuk ke toko.

Benar-benar warga komunitas dan warga pesantren justru malah “dimanjakan” oleh Satgas Tanggap Covid-19. Padahal pada hari-hari biasa, warga harus pergi sendiri-sendiri ke pasar atau mlijo untuk membeli kebutuhan-kebutuhannya. Di musim pandemi justru malah dimanjakan. Barang kebutuhan tersebut malah “datang sendiri”. Bukan lagi dari pasar, namun dari petani langsung. Sehingga lebih segar dan lebih sehat, insyaallah. Lebih dari itu, telah dilakukan proses protokol ketat sebelum masuk. Sehingga dalam situasi pandemi ini, warga komunitas dan warga pesantren bisa terhindar dari interaksi dengan ruang publik, baik itu pasar, toko umum, angkutan umum, dll. Sungguh merupakan nikmat yang patut disyukuri.

Lebih dari itu semua, untuk Kemandirian Pangan ini, Satgas Tanggap Covid-19 memikirkan langkah yang lebih jauh lagi. Yaitu melalui budidaya tanaman dan ternak ikan. Serta menyiapkan gudang untuk lumbung beras, untuk kebutuhan di masa-masa sulit sekalipun. Sebagai bentuk ikhtiar. Semoga dengan ini menjadi sebab Allah menolong kita semua. Amin.

Ibadah di Musim Pandemi

Akibat wabah Covid-19, dengan terpaksa pemerintah mengeluarkan imbaun untuk ibadah di rumah. Shalat 5 waktu berjama’ah hendaknya tidak dikerjakan di masjid, namun di rumah saja. Shalat Jum’at, digantikan shalat zhuhur empat rakaat di rumah. Demikian pula pada bulan Ramadhan ini, pemerintah juga mengimbau shalat tarawih dikerjakan di rumah, tidak di masjid.

Alhamdulillah, komunitas salafy selalu tertib dan benar-benar serius memerhatikan imbauan pemerintah tersebut. Di samping secara hukum fiqh, dalil-dalil syari’at menunjukkan memang ada keringanan ibadah dalam situasi darurat. Termasuk dalam kondisi wabah. Komunitas Salafy di Pesantren Minhajul Atsar Jember melalui Satgas Tanggap Covid-19 telah mengimbau warga pemukiman komunitas yang ada di sekitar kompleks pesantren agar beribadah di rumah. Sementara waktu tidak ke masjid pesantren. Shalat 5 waktu di rumah, shalat Jum’atnya diganti shalat Zhuhur empat rakaat di rumah, demikian pula shalat Tarawih di rumah. Masjid pesantren hanya khusus untuk para santri, yang kondisinya memang terjaga dan terlindungi (teriolasi) dari akses luar, dan kompleks pesantren benar-benar terjaga ketat kebersihannya sesuai protokol. Para santri itu shalat di masjid hanya untuk shalat 5 waktu dan shalat Jum’at. Adapun shalat tarawih, maka para santri tetap diimbauh mengerjakannya secara sendiri-sendiri.


Baca: Pesantren Minhajul Atsar Tidak Meliburkan Santrinya, Simak Alasan-Alasannya


Bersyukur berada dalam situasi yang tertib dan rapi. Tertib dalam ibadah, ekonomi, dan interaksi sosial, serta dalam menjalankan protokol-protokol wajib pencegahan Covid-19. Semoga dengan ini menjadi sumbangsih dan partisipasi nyata dari komunitas salafy, demi pencegahan Covid-19 di negeri ini khususnya, dan dunia pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *