,

Dunia Dalam Fase Baru Penyebaran Virus Corona Semakin Berbahaya

oleh -5.275 views
COVID-19 Benar-benar Ada

Perkembangan data menunjukkan penularan wabah Covid-19 masih mengkhawatirkan. Bahkan menurut badan kesehatan dunia, WHO, saat ini penyebaran virus corona memasuki fase baru dan berbahaya.

Tercatat Jumat (19/6), data yang dihimpun WHO menunjukkan ada 150 ribu kasus baru dari seluruh dunia. Yang merupakan rekor tertinggi selama masa pandemi Covid-19.

“Ketika orang-orang mulai lelah dengan lockdown dan pembatasan sosial, virus corona makin cepat menyebar,” kata salah seorang pejabat WHO.

Dia menekankan agar setiap negara dan warganya tetap menerapkan kewaspadaan tinggi.

“Kami tahu negara bersemangat membuka masyarakat dan perekonomian. Namun perlu diperhatikan pula, virus masih menyebar dengan cepat dan mematikan, serta kebanyakan orang masih rentan,” paparnya.

Separuh dari kasus baru tersebut, berasal dari kawasan Amerika, Asia Selatan dan Timur Tengah.

”Dunia kini dalam fase yang baru dan berbahaya. Banyak orang yang sudah bosan berada di rumah… tapi virus korona masih menyebar dengan cepat,” kata Direktur Jenderal WHO

Bagaimana di Indonesia?

Perkembangan Covid-19 di tanah air sendiri juga masih terus menunjukkan lonjakan data. Bahkan tercatat oleh Gugus Tugas Pusat, Rabu-Kamis (17-18/6), terjadi rekor penambahan kasus positif sebanyak 1.331.

Sehingga sampai Sabtu (20/6), ada 45.029 kasus.
Kasus aktif: 24.717 (+636)
Sembuh: 17.883 (+534)
Meninggal dunia: 2.429 (+56)

Org dites: 376.518 (+9.937, 12% positive rate)
Sampel: 621.156 (+19.917)

PDP: 13.150 (-61)
ODP: 37.336 (+872)

Saat ini, pemerintah tengah menggencarkan rapid test dan test swab massal di banyak kesempatan.

Bertujuan memetakan risiko penyebaran virus corona di tiap tempat. Sehingga upaya pemutusan penularan, bisa cepat dilakukan.

Masyarakat juga diimbau tetap memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan rajin cuci tangan pakai sabun.

Semoga langkah pemerintah memberikan hasil yang positif. Masyarakat harus terus mendukungnya dengan disiplin. Ketua Gugus Tugas Pusat mengatakan “Seperti yang saya sudah katakan, tiga kunci utama dalam memutus kunci penanganan COVID-19 adalah disiplin, disiplin dan disiplin,” (Jumat, 19/6).

Sebelumnya, Presiden telah mengatakan “Harus saya ingatkan bahwa tugas besar kita belum berakhir, ancaman Covid masih ada,” katanya saat berkunjung ke Graha BNPB, Rabu (10/6).

Menurut presiden, kondisi masih dinamis. Ada daerah yang kasus barunya turun, tapi ada pula daerah yang kasus barunya meningkat. Ada daerah yang juga sudah nihil.

Bersandar Hanya Kepada Allah

Data dan informasi di atas merupakan kajian ilmiah dari lembaga/pihak berwenang. Patut menjadi acuan kita untuk waspada.

Sebagai seorang yang beriman kepada Allah, tentu kita beriman bahwa segala sesuatu terjadi dengan taqdir dari-Nya. Termasuk musibah pandemi Covid yang menimpa dunia saat ini, tak luput dari kehendak Allah Ta’ala Yang Maha Agung dan Maha Perkasa.

Maka hanya kepada-Nya pula kita berharap dan memohon pertolongan agar segera dientaskan dari wabah Covid ini.

Dengan tetap waspada dan melakukan segala upaya pencegahan semaksimal mungkin dan penuh kedisiplinan, diiringi doa memohon pertolongan hanya kepada Allah. Kemudian kita tunduk, pasrah, dan bersandar kepada-Nya satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Ini merupakan bentuk tawakkal kita kepada-Nya.


Baca:Nasehat Asy Syaikh Shalih Al Fauzan: Doa dan Istighatsah Hanya Kepada Allah


 

Semoga dengan ini, Allah segera menurunkan pertolongan-Nya kepada kita. Hanya kepada-Nya kita memohon keselamatan dan perlindungan. (r)

Revisi tanggal: 22/6/2020 Jam: 19:25 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *