,

Jawa Timur Tetapkan PPKM Di 11 Kabupaten/Kota

oleh -158 views

Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 1 tahun 2021 untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sejak tanggal 11 – 25 Januari 2021 di wilayah Jawa dan Bali, Gubernur Jawa Timur memutuskan untuk menetapkannya di 11 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, yaitu:

  1. Kota Surabaya;
  2. Kabupaten Sidoarjo;
  3. Kabupaten Gresik;
  4. Kota Malang;
  5. Kabupaten Malang;
  6. Kota Batu;
  7. Kota Madiun;
  8. Kabupaten Madiun;
  9. Kabupaten Lamongan;
  10. Kabupaten Ngawi; dan
  11. Kabupaten Blitar.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur No. 188/7/KPTS/013/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19, tertanggal 9 Januari 2021.

Dalam surat keputusan tersebut, Gubernur Jatim juga memerintahkan kepada Bupati/Walikota seluruh Jawa Timur agar melakukan tindakan:

  1. meningkatkan kembali protokol kesehatan (menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan);
  2. memperkuat kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang Insentive Care Unit (ICU), maupun tempat isolasi/karantina); dan
  3. mengaktifkan kembali kampung tangguh di masing-masing wilayah.

Bupati/Walikota seluruh Jawa Timur juga diperintahkan untuk meningkatkan pengawasan, operasi yustisi, dan penegakan hukum lainnya yang dilaksanakan oleh Satpol PP Kabupaten/Kota masing-masing berkoordinasi dengan TNI-Polri sesuai dengan Perda dan/atau Perbub/Perwali masing-masing.


baca: Mendagri Terbitkan Inmendagri Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19

Vaksin COVID-19 Produksi Sinovac Suci dan Halal


Terpisah, sebagaimana dikutip dari setkab.go.id, Menkes RI pada Rabu (06/01/2021), mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengurangi mobilitas agar dapat menekan lonjakan kasus COVID-19, mengurangi tekanan pada fasyankes, dan tentu saja  untuk menjaga dan melindungi tenaga kesehatan.

“Tolong bantu mereka, kurangi mobilitas teman-teman sejak tanggal 11 (Januari) selama dua minggu dan jangan lupa memakai masker. Sekali lagi jangan lupa memakai masker, dan sekali lagi jangan lupa memakai masker. Itu adalah hal yang sangat penting, selain mencuci tangan dan menjaga jarak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *