Jubir Pemerintah: Ini Alarm Nyaring Bagi Kita Semua

oleh -149 views

Dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19, pada Selasa, (19/01/2021) di Media Center Graha BNPB, Jakarta, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menyoroti peningkatan kasus yang sangat tajam beberapa hari terakhir dalam minggu ini.

“Pada minggu sebelumnya, saya menyampaikan bahwa penambahan kasus harian 9.000 hingga 10.000 kasus adalah angka yang sangat tinggi. Namun ternyata di minggu ini kita mengalami penambahan kasus harian hingga 14.000 kasus. Hal ini tidak boleh dan tidak dapat ditolerir!” kata Jubir, Prof. Wiku Adisasmito.

Sebagaimana diketahui, bahwa pada minggu Indonesia melaporkan rekor tertinggi penambahan kasus harian, bahkan itu terjadi pada empat hari berturut-turut.

  • 13 Januari 2021: 11.278 kasus baru
  • 14 Januari 2021: 11.557 kasus baru
  • 15 Januari 2021: 12.818 kasus baru
  • 16 Januari 2021: 14.224 kasus baru

Lebih jauh, Prof. Wiku menjelaskan beberapa sebab kenapa kenaikan penambahan kasus harian yang sangat tinggi, bahkan tertinggi semenjak kasus Covid-19 pertama masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah disebabkan verifikasi data yang terlambat masuk sehingga menyebabkan penumpukan pada pelaporan data di beberapa daerah.


baca: Jubir Pemerintah: Satu Minggu Terakhir Ini Merupakan Minggu Yang Berat!

Kapan Pandemi Covid-19 Akan Berakhir, Satgas Covid-19: Mari Belajar dari Sejarah Pandemi Di Dunia


Namun, Prof. Wiku selaku Jubir Pemerintah memperingatkan dengan tegas bahwa terlepas dari apapun kondisi yang menyebabkan angka penambahan kasus positif harian yang tinggi, masyarakat harus tetap waspada dan menyadari bahwa pandemi belum usai. “Kita harus tetap waspada dan pahami bahwa pandemi ini belum usai,” ujarnya.

Hal ini, lanjut Wiku, ditandai dengan positivity rate yang terus meningkat, yang rata-rata nilainya adalah 25,98% pada bulan Januari ini. “Kita masih menghadapi ancaman Covid-19 yang semakin meningkat di sekitar kita! Penegakan disiplin protokol kesehatan yang dimulai dari sendiri masih menjadi satu-satunya pencegahan yang paling efektif untuk melindungi diri kita sendiri dan orang-orang terdekat. Jangan lelah menerapkan 3M! Karena keberhasilan penanganan Covid-19 bergantung kepada kedisiplinan setiap individu,” tambahnya.

“Ingatlah, penambahan drastis jumlah kasus selama beberapa minggu terakhir merupakan alarm nyaring bagi kita semua! Kejadian ini merupakan tanda bahwa ada hal-hal yang harus kita benahi dari usaha kita menanggulangi pandemi selama ini. Pembenahan ini harus harus dilakukan segera, serta melalui kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tentunya masyarakat secara luas,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Wiku juga menyoroti perkembangan zonasi risiko di Indonesia yang dengan berat dia sampaikan bahwa Zona Risiko Tinggi (Zona Merah) di Indonesia meningkat tajam pada minggu ini. Bahkan untuk pertama kalinya mencapai jumlah yang sama pada awal perhitungan zonasi risiko dilakukan, yaitu pada tanggal 31 Mei 2020 lalu.

Jumlah zona merah mencapai lebih dari seratus, yaitu 108 kabupaten/kota. Hampir tidak ada warna hijau. Artinya, kata Wiku, hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki risiko penularan Covid-19 yang sangat tinggi.

“Hal ini berarti perkembangan Covid-19 di Indonesia terus mengalami perkembangan ke arah tidak diharapkan,” ungkapnya.

“Saya memahami, bahwa penjelasan saya mengenai beberapa data Covid-19 dalam minggu ini tidak menggembirakan. Namun saya berharap ini tidak menyurutkan semangat kita untuk melawan pandemi yang sangat kompleks ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah menyampaikan pesannya bahwa keadaan ini mohon benar-benar dijadikan refleksi pada penanganan Covid-19 yang sedang sama-sama kita upayakan saat ini. Jika perkembangan menunjukkan ke arah yang tidak diharapkan, itu artinya kita perlu memperbaiki strategi, cara, dan upaya penanganan kita supaya ini bisa berhasil. Jangan berpuas diri dengan upaya penanganan yang belum maksimal.

“Mari sama-sama kita terus memperbaiki diri dan bergotong royong untuk menghadapi pandemi ini. Masyarakat dapat membantu menekan penularan dengan tetap di rumah saja, tidak bepergian jika tidak mendesak. Selalu terapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Mungkin banyak masyarakat yang sudah bosan dengan imbauan 3M. Kami paham terhadap hal tersebut. Namun, itulah satu-satunya pencegahan yang efektif untuk mengurangi potensi penularan. Sehingga kasus positif tidak terus bertambah dan korban terus berguguran,” pesannya.

Seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir akan berbeda sikapnya dengan orang-orang yang tidak beriman dalam menghadapi musibah dan petaka. Seorang yang beriman akan tegar dan optimis, karena dia terdidik di atas prinsip iman dan tauhid. Prinsip tersebut akan mendorongnya untuk senantiasa bersandar kepada Allah dan yakin akan pertolongan dan perlindungan-Nya, tanpa abai sedikit pun terhadap sebab-sebab keselamatan. Sehingga seorang yang beriman tidak panik, namun tetap waspada, termasuk dalam musibah pandemic Covid-19.

Sebagai hamba-hamba yang beriman kepada-Nya, kita meyakini bahwa pandemi Covid-19 ini merupakan salah satu musibah dan ujian yang Allah timpakan kepada umat manusia. Sebagai hamba beriman, hendaknya musibah pandemi ini bisa mengetuk hati kita. Agar segera tersadar, bahwa ini terjadi sebagai akibat dosa dan kemaksiatan anak manusia. Segera takut dan tunduklah kepada Allah.

Maka dengan terjadinya musibah ini, hikmahnya adalah agar umat manusia mau segera kembali kepada Allah. Yaitu bertaubat dari berbagai dosa dan kemaksiatan. Kemaksitan terbesar adalah perbuatan menyekutan Allah dalam peribadahan. Segera kita perbaiki iman kita dan tauhid kita. Sadarilah, bahwa tujuan utama kita diciptakan oleh Allah di muka bumi ini adalah agar kita beribadah kepada Allah satu-satu-Nya. Sudahkah kita menyadari dan melaksanakan tujuan besar ini? Ataukah justru kita melupakannya, bahkan berani menyekutukan Allah. Berani berdo’a dan bertawakkal kepada selain Allah?!


baca: Lakukan Amalan-amalan Berikut, Agar Musibah Segera Berakhir

Musibah Akan Mendatangkan Kebaikan Kalau Dihadapi dengan 3 Hal Ini


Segeralah kembali dan bertaubat, serta mohon ampunlah kepada Allah. Agar musibah pandemi ini segera Allah cabut dari muka bumi. Segera Anda disiplin dan patuh protokol kesehatan. Jangan menentang imbauan dan regulasi pemerintah. Segera perbaiki iman dan taqwa kepada Allah. Segera murnikan tauhid hanya untuk Allah satu-satu-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *