,

Jubir Pemerintah: Sangat Berat Bagi Saya Menyampaikan, Zona Merah Meningkat Tajam!

oleh -190 views

Dalam keterangan pers Selasa sore, 19/01/2021, Juru Bicara Penanganan Covid-19 kembali menyampaikan Perkembangan Zonasi Risiko Per Tanggal 17 Januari 2021. “Sangat berat bagi saya untuk menyampaikan bahwa Zona Risiko Tinggi (Zona Merah) di Indonesia meningkat tajam pada minggu ini. Bahkan untuk untuk pertama kalinya mencapai jumlah yang sama pada awal perhitungan zonasi risiko dilakukan, yaitu pada tanggal 31 Mei 2020 lalu,” kata Jubir, Prof. Wiku Adisasmito, di Media Center Graha BNPB, Jakarta.

Wiku menyebutkan jumlah zona merah mencapai lebih dari seratus, yaitu 108 kabupaten/kota. Hampir tidak ada warna hijau. “Artinya, hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki risiko penularan Covid-19 yang sangat tinggi,” ujarnya.


baca: Pekan Ini Zona Merah Meningkat Signifikan, Jumlah Testing Menurun Signifikan

Ada Chip Pelacak Orang Pada Vaksin Covid-19, Satgas Nasional: Itu Adalah Berita Bohong!


Jubir yang sekaligus Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19 Pusat ini menjelaskan, bahwa jika dibandingkan dengan minggu lalu, Zona Merah (Zona Risiko Tinggi) meskipun jumlahnya juga meningkat namun masih berjumlah 70 kabupaten/kota. Kemudian jika dilihat pada Zona Orange, angkanya menurun dari pekan sebelumnya, yaitu 347 kabupaten/kota, sama dengan Zona Kuning menjadi 45 kabupaten/kota. “Namun, penurunan pada zona orange dan zona kuning ini, tidak sepadan dengan peningkatan pada zona merah yang sangat drastis,” terangnya.

“Hal ini berarti perkembangan Covid-19 di Indonesia terus mengalami perkembangan ke arah tidak diharapkan,” kata sang profesor. Bahkan, Wiku menyebutkan ada 15 kabupaten/kota yang sebelumnya tidak pernah masuk zona merah, kini berpindah ke zona merah. Yaitu:

  • Jawa Timur: Madiun, Magetan, Ponorogo, Trenggalek.
  • Lampung: Lampung Barat, Lampung Utara, Pring Sewu,
  • NTB: Bima, Dompu,
  • NTT: Manggarai Barat,
  • Sulawes Tengah: Morowali Utara, Poso, Sigi, Tojo Una-una, Toli-Toli

Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan bahwa hal ini perlu menjadi perhatian bersama. Jangan sampai di minggu selanjutnya angka zona merah ini terus bertambah. Tentu, kita tidak mau apabila zona merah mendominasi warna di peta zona risiko kabupaten/kota di Indonesia.

“Ingatlah, semakin tinggi risiko penularan maka semakin dekat Covid-19 dari Anda dan keluarga Anda! Termasuk kita semuanya dan diri saya!” tegasnya.

“Jangan salah fokus, upaya yang harus kita lakukan bersama adalah menurunkan angka di zona orange untuk pindah ke zona kuning bahkan hijau, bukan untuk pindah ke zona merah,” tambahnya.

Jika melihat lebih detail kepada perpindahan zonasi, Jubir membeberkan bahwa ternyata terdapat 52 kabupaten/kota berpindah dari zona orange ke zona merah pada minggu ini. “Hal ini adalah perkembangan yang tentunya bukan seperti yang kita harapkan!” ungkapnya.

Pihak Satgas Penanganan Covid-19 Pusat meminta kepada kepada kepala daerah dan masyarakat yang berada di zona orange untuk berupaya maksimal agar segera berpindah ke zona kuning dan hijau. Namun yang sangat disesalkan nyatanya pada minggu ini kabupaten/kota di zona orange berbondong-bondong pindah ke zona merah. Ini adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *