,

Jubir Pemerintah: Satu Minggu Terakhir Ini Merupakan Minggu Yang Berat!

oleh -738 views

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-9 kembali menyampaikan pesan kewaspadaan kepada masyarakat Indoneia. Hal ini disampaikan oleh Jubir, Prof. Wiku Adisasmito, sebelum memulai konferensi persnya hari ini, Selasa (12/01/2021) di Istana Kepresidenan, Jakarta. “Satu minggu terakhir ini merupakan minggu yang berat untuk penanganan Covid-19 di Indonesia. Di mana kasus harian kita berada pada angka 9.000 bahkan sampai lebih dari 10.000 setiap harinya,” kata Prof Wiku.

“Mengapa saya katakan berat? Karena penambahan kasus harian ini berimbas negatif pada efektifitas penanganan Covid-19 di negara kita!” lanjutnya.


baca: Jubir Pemerintah: Berat Bagi Saya Menyampaikan Data Ini, Ini Tertinggi Sejak Awal Pandemi


Jubir menjelaskan, sebagai contoh, penambahan kasus positif harian berimbas pada meningkatnya keterisian tempat tidur di rumah sakit dan bertambahnya beban para petugas kesehatan. Hal ini secara langsung dapat berdampak negatif pada keseluruhan usaha penanganan (treatment) di rumah sakit tersebut.

Akan Berdampak Sistem Kesehatan Kita Lumpuh!

Apabila angka ini terus meningkat dan menyebabkan kasus rumah sakit penuh, maka sangat berpotensi untuk menaikkan angka kematian akibat Covid-19. “Sistem kesehatan kita  akan lumpuh. Apabila sistem kesehatan kita lumpuh, hal ini tidak hanya merugikan penderita Covid-19 semata, namun juga masyarakat umum yang membutuhkan perawatan akibat penyakit lain selain Covid-19, utamanya mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan esensial, seperti penderita penyakit paru dan jantung,” lanjut Jubir.

Apabila rumah sakit semakin meningkat keterisiannya, maka penanganan penyakit-penyakit tersebut juga dapat menurun. Sehingga angka kematian di Indonesia bisa meningkat bukan semata-mata karena Covid-19 namun juga karena penyakit-penyakit lain yang tak dapat ditangani akibat penuhnya rumah sakit.

Sadarlah … Ini Bukan Sekedar Angka

Maka dari itu Jubir kembali menyatakan, “Saya ingin sekali lagi mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah, terutama yang masih meremehkan Covid-19, untuk menyadari betapa berdampaknya penambahan kasus positif harian ini!”

Jubir mengingatkan, bahwa angka yang ditampilkan bukan sekedar angka, namun itu bermakna nyawa. “Jangan sampai kita menjadi abai dan menganggap angka yang ditampilkan hari ini sebagai sekedar angka. Ingatlah, bahwa angka-angka ini merepresentasi nyawa!” tandasnya.


baca: Satgas Covid-19: Vaksinasi Harus Paralel dengan Prokes, Kenaikan Kasus Aktif 2X Lipat Lebih Dalam Waktu 2,5 Bulan


Lalu, Prof. Wiku yang juga selaku Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19 Pusat ini, menyampaikan sebuah pertanyaan yang patut menjadi renungan bagi kita semua. “Apabila Anda dapat melindungi keluarga dan sahabat dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, mengapa hal-hal sederhana ini tidak Anda jalankan? Pertanyaan ini wajib kita tanyakan pada diri kita masing-masing, apakah menjalankan protokol kesehatan memang lebih sulit dibandingkan dengan kehilangan orang yang kita kasihi untuk selama-lamanya?! Saya rasa, jawabannya pasti tidak!”

“Maka dari itu, marilah kita dengan kesadaran penuh dapat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan di mana pun kita berada!” pungkasnya.

Sadarlah … Mari segera berbenah dan memperbaiki diri!

Kondisi pandemi yang telah berbulan-bulan di tanah air, tak kunjung mereda. Tak cukupkah ini semua membuat kita untuk segera kembali kepada Allah Ta’ala? Suatu musibah yang Allah timpakan, bisa terjadi karena dosa dan kemaksiatan yang diperbuat oleh manusia. Allah Ta’ala berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah timpakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Rum: 41)

Dalam kitab Tafsir As-Sa’dy, dijelaskan bahwa telah tampak kerusakan di darat maupun di laut, yakni kerusakan pada penghidupan manusia maupun pada diri mereka sendiri, berupa terjadi berbagai penyakit dan wabah (pandemi), dan lain-lain. Itu semua terjadi akibat perbuatan tangan mereka, umat manusia. Maka dengan terjadinya musibah ini, hikmahnya adalah agar umat manusia mau segera kembali kepada Allah. Yaitu bertaubat dari berbagai dosa dan kemaksiatan. Kemaksitan terbesar adalah perbuatan menyekutan Allah dalam peribadahan. Segera kita perbaiki iman kita dan tauhid kita. Sadarilah, bahwa tujuan utama kita diciptakan oleh Allah di muka bumi ini adalah agar kita beribadah kepada Allah satu-satu-Nya. Sudahkah kita menyadari dan melaksanakan tujuan besar ini? Ataukah justru kita melupakannya, bahkan berani menyekutukan Allah. Berani berdo’a dan bertawakkal kepada selain Allah?!


baca: Nasehat Asy Syaikh Shalih Al Fauzan: Doa dan Istighatsah Hanya Kepada Allah


Segeralah kembali dan bertaubat, serta mohon ampunlah kepada Allah. Agar musibah pandemi ini segera Allah cabut dari muka bumi. Segera Anda disiplin dan patuh protokol kesehatan. Jangan menentang imbauan dan regulasi pemerintah. Segera perbaiki iman dan taqwa kepada Allah. Segera murnikan tauhid hanya untuk Allah satu-satu-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *