,

Kabar Gembira Dari Evaluasi PPKM Hingga 14 Februari 2021

oleh -159 views

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 menyampaikan perkembangan harian persen kasus aktif serta persen keterisian tempat tidur di ruang isolasi dan icu rumah sakit rujukan secara nasional hingga tanggal 14 Februari 2021.

“Selama 4 minggu pelaksanaan PPKM di tingkat kabupaten/kota serta satu minggu pelaksanaan PPKM Mikro terjadi penurunan yang cukup signifikan dimulai dari minggu ke-2 dari pelaksanaan PPKM kabupaten/kota,” kata Jubir, Prof. Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya di Media Center Graha BNPB Pusat, Jakarta, Selasa (16/02/2021).

Evaluasi Kasus Harian Selama PPKM

Prof. Wiku yang sekaligus Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19 ini memaparkan, bahwa pada awalnya kasus aktif harian sempat mencapai puncak pada tanggal 24 Januari 2021, yaitu sebesar 16,44%. Angka ini meningkat 0,61% dari hari pertama pelaksanaan PPKM kabupaten/kota. Namun angka ini terus menurun, hingga mencapai 14,69% (atau turun sebesar 1,75% dari puncak). Kemudian, setelah satu minggu pelaksanaan PPKM Mikro, angkanya semakin turun hingga 13,06% (atau turun sebesar 3,38%).

Jika dilihat dari angka absolut, Wiku melanjutkan, maka kasus aktif sempat mencapai puncak tertinggi pada tanggal 5 Februari, yaitu sebesar 176.672. Angka ini merupakan kasus aktif yang paling tinggi sejak awal pandemi. “Angka ini kemudian perlahan menurun, hingga per tanggal 14 Februari menjadi sebesar 159.012. Hal ini menunjukkan bahwa hampir sebanyak 18.000 kasus telah selesai dalam perawatan, dengan lebih dari 16.000 orang telah sembuh,” terangnya.

Tentunya, imbuh Wiku, kondisi ini mempengaruhi keterisian tempat tidur. Karena sebagian besar pasien telah sembuh dalam kurun waktu 9 hari. “Ini adalah kabar yang cukup baik, mengingat kasus aktif di tingkat nasional terus menunjukkan penurunan selama satu bulan terakhir. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait PPKM Mikro di tingkat RT/RW untuk semakin menurunkan penularan,” ungkapnya.

Keterisian Tempat Tidur di Ruang Isolasi

Selanjutnya, jika dilihat dari grafik keterisian tempat tidur di ruang isolasi, terjadi penurunan yang cukup konsisten sejak awal PPKM kabupaten/kota hingga akhir PPKM Mikro di minggu pertama. Dapat dilihat, bahwa pada hari pertama pelaksanaan PPKM kabupaten/kota, keterisian tempat tidur ruang isolasi mencapai 67,47%. “Namun seiring dengan pelaksanaan PPKM selam 4 minggu, angkanya menurun hingga 51,75%. Bahkan, dengan dilaksanakannya PPKM Mikro selama 1 minggu penurunannya terus berlanjut hingga mencapai 49,92%,” paparnya.

Keterisian Tempat Tidur di Ruang ICU

Sedikit berbeda dengan ruang isolasi, tempat tidur di ruang ICU sempat mengalami peningkatan tajam ketika memasuki minggu ke-2 pelaksanaan PPKM kabupaten/kota, menjadi 69,19%. “Namun, angka ini terus mengalami penurunan selama 19 hari berturut-turut, meskipun sempat mengalami fluktuasi pada beberapa hari. Hingga tanggal 14 Februari 2021 keterisian tempat tidur ICU adalah sebesar 51,48%,” ujarnya.

Jika tiga grafik ini dilihat secara bersamaan, maka perkembangan pada kasus aktif harian, keterisian tempat tidur di ruang isolasi dan di ruang ICU, menunjukkan perkembangan yang sejalan.


baca: Ini Target Pemerintah Kapan Negeri Ini Bebas Covid-19, Biidznillah

Bersyukur di Bawah Rintik Kesabaran


“Kasus aktif yang turun, menunjukkan penularan yang sudah mulai menurun di tengah masyarakat, dan dibuktikan juga dengan tingkat kasus yang tidak banyak bergejala sedang-berat. Sehingga keterisian tempat tidur di rumah sakit cenderung mengalami penurunan. Kemudian, perkembangan ini juga terjadi selama periode PPKM kabupaten/kota selama 4 minggu, serta PPKM Mikro yang baru berjalan satu minggu,” tandasnya.

Tentu kita patut bersyukur atas capaian ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, (artinya):

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Tak lain ini berkat pertolongan Allah Ta’ala, kemudian kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Sebagai hamba yang bersyukur, maka capaian ini tak membuatnya lengah apalagi kendor. Justru ini sebagai motivasi untuk semakin bekerja keras dan meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan.

 

sumber: keterangan pers Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Selasa 16 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *