Kemaksiatan Menghilangkan Kenikmatan

oleh -217 views

Termasuk hukuman dari dosa adalah bahwa ia akan menghilangkan nikmat dan akan mendatangkan siksa. Tidaklah ada satu nikmat yang hilang dari seorang hamba melainkan disebabkan karena dosa, dan tidaklah siksa ditimpakan pada hamba hamba tersebut melainkan disebabkan karena dosa, sebagaimana ucapan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, “Tidaklah bencana itu menimpa melainkan disebabkan oleh dosa dan tidaklah bencana tersebut diangkat (dihentikan) melainkan karena taubat.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ} سُورَةُ الشُّورَى: 30

“Dan musibah apa pun yang menimpa kalian maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan).”(asy-Syura: 30)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ} سُورَةُ الْأَنْفَالِ: 53

“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (al-Anfal: 30)

Maka Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia (Allah) tidak akan mengubah berbagai nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada seorang hamba sampai dia (hamba itu) sendiri yang mengubahnya, (yaitu) dia mengubah ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kemaksiatan kepada-Nya, dia mengganti rasa syukurnya dengan kekufuran kepada-Nya, dia mengganti sebab-sebab yang mendatangkan ridha-Nya dengan sebab-sebab yang mendatangkan kemurkaan-Nya. Maka manakala si hamba mengubah maka Allah pun mengubah, sebagai balasan yang setimpal, dan Rabbmu tidak akan pernah menzhalimi hamba-Nya.

Sebaliknya jika seorang hamba mengubah kemaksiatan dengan ketaatan, maka Allah akan mengubah siksaan menjadi perlindungan, kehinaan menjadi kemuliaan.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ} سُورَةُ الرَّعْدِ: 11

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka sendiri mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Allah.” (ar-Ra’d: 11)

Dari: Al Jawabul Kafi/ad Daa’ wad Dawaa’ hal. 74


baca: Kiat-Kiat Agar Iman Bertambah Kuat

Bersyukur di Bawah Rintik Kesabaran


Di tengah musibah pandemi Covid-19 ini, hendaknya kita mengintrospeksi diri masing-masing. Bisa jadi kondisi kita yang sebelumnya sehat, sekarang Allah timpakan pada kita umat manusia musibah wabah ini, disebabkan karena kita sendiri telah mengubah nikmat-Nya menjadi adzab. Akibat kita telah mengubah ketaatan kepada-Nya menjadi maksiat kepada-Nya.

Mari kita segera berlindung dan memohon ampun kepada Allah. Mari segera kita ubah kondisi kita saat ini. Segera kita bertaubat kepada-Nya. Segera kita tinggalkan kemaksiatan dan kekufuran terhadap-Nya, menuju kepada ketaatan dan syukur kepada-Nya. Kembali kepada iman dan memurnikan ibadah kepada-Nya satu-satu-Nya. Dengan itu semua, kita berharap Allah segera mengangat wabah ini dari muka bumi. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *