Kemenkes Ajak Semua Pihak Kampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun

oleh -104 views

Sejak wabah COVID-19, Presiden RI Joko Widodo menyatakan tegas lawan pandemi. Untuk merealisasikan hal tersebut, Kementerian Kesehatan menginisiasi tiga gelombang kampanye. Dimulai dengan:

– kampanye nasional pemakaian masker pada Agustus,

– diikuti oleh kampanye Jaga Jarak pada September lalu, dan

– kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada Oktober.

Pandemi Covid-19 menjadi pengingat yang kuat bahwa salah satu cara paling efektif dan sederhana untuk menghentikan penyebaran virus dan berbagai penyakit menular lainnya adalah: mencuci tangan dengan sabun dan air.

Kebersihan tangan dapat menyelamatkan nyawa, dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berbagai kegiatan promosi kesehatan, khususnya perubahan perilaku bersih dan sehat, termasuk CTPS telah direncanakan dan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan.

Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto meminta semua kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan untuk mendorong pentingnya praktik cuci tangan pakai sabun demi mencegah penyebaran Covid-19 dan penyakit menular lainnya.

”Saya juga meminta semua mitra untuk menyediakan fasilitas cuci tangan dengan menggunakan air dan sabun di tempat kerja masing-masing. Kementerian Kesehatan juga akan berkolaborasi dengan sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan akses ke fasilitas cuci tangan dengan sabun,” kata Terawan, Kamis, 15/10/2020.


baca: Pengetahuan Penting Tentang Masker

Kunci Utama Menghadapi Musibah Covid-19: Iman, Aman, Imun


Terawan juga meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan kampanye cuci tangan pakai sabun di daerahnya masing-masing. Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun di seluruh rumah tangga, lembaga, lokasi pariwisata dan tempat umum lainnya.

Semua pihak yang berwenang mempromosikan perubahan perilaku dan praktik bersih melalui kampanye cuci tangan pakai sabun secara berkelanjutan.

Beberapa waktu lalu, laman kemenkes juga menuliskan bahwa Virus Covid-19 (SARS-CoV-2) bisa berada di mana saja, menempel di benda-benda yang ada di sekitar kita. Cara yang paling efektif untuk mencegah penularan virus tersebut adalah dengan sering mencuci tangan pakai sabun.

”Membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir ini penting dilakukan. Ini yang akan jadi kunci untuk membunuh, merusak, dan mematikan virus yang mencemari tangan kita,” kata Jubir Pemerintah untuk Covid-19 kala itu, dr. Achmad Yurianto pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (7/5).

Ia menyebut penularan virus Covid-19 tidak langsung paling banyak terjadi. Penularan itu terjadi melalui benda di sekitar kita yang tercemar virus Covid-19 yang kita sentuh dan kemudian menyentuh mulut, hidung, dan mata. Maka penularan itu sangat efektif.

”Inilah cara yang paling banyak terjadi penularan akibat hantaran tidak langsung. Mungkin kita bisa melindungi diri dengan memakai masker, tapi pencemaran pada benda di sekitar kita yang biasa kita sentuh harus diwaspadai,” ujarnya.

Achmad menambahkan bahwa beberapa pengamat mengatakan seseorang yang membawa virus dalam tubuhnya dan tidak memakai masker, maka orang di sekitarnya memiliki risiko tertular sampai 75 persen karen percikan ludah mengenai banyak benda.

”Inilah gunanya mencuci tangan. Penting, karena kita tidak pernah tahu siapa yang terkena virus corona,” ucapnya.

Droplet secara langsung, lanjutnya, memang masih bisa dihindarkan. Tapi itu bukan satu-satunya cara untuk melindungi diri dari Covid-19. Maka harus tetap diikuti dengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

Lakukanlah dengan sungguh-sungguh upaya pencegahan. Berharaplah kepada Allah perlindungan dan keselamatan. Keselamatan dan perlindungan hanya datang dari Allah, sebagaimana bencana dan celaka juga datang dari-Nya. Maka berdoalah kepada Allah memohon keselamatan dan perlindungan dari berbagai musibah, kecelakaan, penyakit, dan lainnya, termasuk dari ancaman penyakit Covid-19. Bersandarlah kepada Allah satu-satu-Nya, dan percayalah sepenuhnya kepada-Nya, diiringi menempuh sebab-sebab keselamatan dan pencegahan penyakit. Inilah tawakkal kepada Allah Ta’ala yang hakiki.

 

Diambil dari web kemkes.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *