,

Keprihatinan Satgas Nasional Atas Lonjakan Kasus Yang Mencapai Rekor Baru Pada Pekan Lalu

oleh -321 views
Thermal Gun Tidak Merusak Otak

Dalam keterangan pers di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB, Selasa (01/12/2020), Juru Bicara Pemerintah menyampaikan keprihatinan atas melonjaknya angka kasus positif Covid-19 yang mencapai rekor terbaru, yaitu di atas angka 6000 pada minggu lalu. “Melonjaknya kasus ini seharusnya menjadi perhatian semua kalangan masyarakat tanpa kecuali! Karena, tingginya angka kasus positif merupakan cerminan dari meningkatnya penularan. Kasus aktif yang tinggi berpotensi menyebabkan multiplayer effect (penularan yang lebih tinggi), utamanya jika kita mengabaikan protokol kesehatan!” kata Prof. Wiku selaku Jubir ketika membuka keterangan persnya.

Masa pandemi memang berkepanjangan, masyarakat mungkin telah kelelahan. Namun ini kenyataan yang harus kita hadapi bersama. “Saya di sini meminta kepada masyarakat untuk patuh protokol kesehatan. Kami sangat memahami bahwa masyarakat sudah mulai lelah menghadapi pandemi ini. Akan tetapi kita tidak boleh kalah. Covid-19 belum berakhir,” tandasnya.

Artinya masih ada cara lainnya untuk tetap produktif yaitu dengan cara beradaptasi dengan kebiasaan baru, baik mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak di mana pun kita berada.


Presiden: Ini semuanya memburuk, karena adanya kasus yang memang meningkat lebih banyak


Covid-19 dapat menyerang siapa saja, termasuk pimpinan daerah. Ini perlu menjadi perhatian siapapun, terutama juga pejabat publik agar tetap berhati-hati dan menjaga protokol kesehatan. “Karena penularan bisa terjadi dari siapapun, dari orang-orang terdekat, dari keluarga, dari ajudan, dari pengemudi, dan dari orang lainnya,” katanya. Karena itu, Prof. Wiku menekankan bahwa semua pihak tidak terkecuali, apakah dia pejabat, ataukah dia anggota masyarakat biasa, tetap – sekali lagi – jangan pernah lengah. Karena masalah Covid-19 tetap masih berada di sekitar kita!

Pihaknya juga meminta kepada kepala daerah di seluruh Indonesia agar secara serius melakukan monitoring, penegakan disiplin, dan pemberian sanksi kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, sesuai dengan peraturan dan tanpa pandang bulu. “Selain itu, saya minta kepada kepala daerah untuk maksimalkan peran Satgas Covid-19 di daerah dalam melakukan pengawasan protokol kesehatan yang dilakukan oleh masyarakat,” lanjutnya.

Peran dari pemerintah daerah dalam mengawasi penegakan protokol kesehatan merupakan salah satu aspek paling krusial atau penting dari usaha penanganan Covid-19 ini.

Pada hari Senin kemarin, (30/11/2020) Presiden Jokowi juga telah mengingatkan kondisi ini. Berdasarkan data yang diterima Presiden per tanggal 29 November 2020, menunjukkan terjadi peningkatan kasus aktif di Indonesia menjadi 13,41 persen. Ini lebih tinggi dari pada minggu lalu, yaitu 12,78 persen. Di sisi lain tingkat kesembuhan di Indonesia menurun, minggu yang lalu 84,03 persen, sekarang menjadi 83,44 persen. “Ini semuanya memburuk, semuanya, karena adanya tadi, kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin,” kata Presiden.

Situasi ini memang menuntut masyarakat untuk benar-benar waspada. Pandemi yang berkepanjangan, menuntut kita terus bersabar dan bersabar. Dengan bekal sabar, yang berdiri di atas pondasi iman dan taqwa kepada Allah Yang Maha Kuasa, akan membuahkan ketegaran, tak mudah putus asa. Sebaliknya, selalu optimis mengharap perlindungan dan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam al-Qur’an Allah Ta’ala berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Wahai orang-orang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan bersabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.” (al-Baqarah: 153)


baca: Kunci Utama Menghadapi Musibah Covid-19: Iman, Aman, Imun


Musibah berat, apalagi yang berkepanjangan, akan membuat lemah jiwa dan fisik seseorang. Maka di sini bekal sabar sangat dibutuhkan. Dia harus melawan musibah itu dengan kesabaran, tawakkal kepada-Nya, berlindung kepada-Nya, dan senantiasa merasa butuh kepada-Nya. Pada ayat ini, Allah memberitakan bahwa “Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.”, jika Allah bersama hamba-hamba-Nya yang bersabar, maka Allah akan berikan kepadanya pertolongan-Nya. Sehingga musibah itu pun menjadi ringan bagi si hamba tersebut, atau bahkan Allah angkat musibah itu darinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *