Ketum PB IDI: Mari Laksanakan Vaksinasi Untuk Bentuk Kekebalan Tubuh, Biiznillah

oleh -76 views

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Mohammad Faqih mengajak masyarakat khususnya para dokter dan tenaga kesehatan untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 gratis yang dilaksanakan pemerintah.

Pelaksanaan vaksinasi, imbuh Daeng M. Faqih, dilakukan untuk membentuk kekebalan tubuh sehingga bisa mencegah terjadinya infeksi COVID-19.

“Bismillah mulai hari ini kita bersama-sama melaksanakan vaksinasi. Tujuannya satu, untuk cepat terbentuknya kekebalan pada tubuh kita semua supaya dengan tubuh kita kebal, memiliki antibodi, maka tubuh kita akan bisa tercegah dari terinfeksi COVID-19 (biidznillah, red),” ujarnya.

Vaksinasi juga diharapkan dapat mengurangi potensi gugurnya para dokter dan tenaga kesehatan di masa pandemi ini.


Baca Juga: Diawali Presiden, Vaksinasi Covid-19 Secara Gratis Resmi Dimulai di Seluruh Indonesia


“Khusus untuk dokter dan tenaga kesehatan, kalau kekebalan tubuh terbentuk dan terhindar dari infeksi COVID-19, maka kita juga akan mengurangi angka gugurnya dokter dan tenaga kesehatan yang sekarang ini sudah tinggi, sudah di atas 500 orang seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ketum PB IDI termasuk penerima vaksin COVID-19 perdana bersama Presiden RI Joko Widodo – semoga Allah menjaga dan melindungi beliau –. Ia  menyampaikan pelaksanaan vaksinasi perdana ini telah melewati serangkaian prosedur yang panjang untuk memastikan keamanan, keefektifan, khasiat maupun kehalalan vaksin.

“Alhamdulillah hari Senin kemarin, kesimpulan akhir sudah didapat, bahwa vaksin ini dinyatakan aman, dinyatakan berkhasiat, efektif, dan juga dinyatakan suci dan halal. Jadi sekali lagi, mari kita bismillah kita laksanakan vaksinasi ini, agar persoalan COVID-19 bisa kita selesaikan dengan baik,” pungkasnya.

Vaksinasi yang sekarang sedang diprogramkan oleh pemerintah merupakan salah satu langkah ikhtiar untuk pengendalian Covid-19 di Tanah Air, demi membantu agar pandemi Covid-19 segera berakhir, biidznillah. Ini adalah upaya manusia, sebagaimana protokol kesehatan 3M dan langkah 3T juga merupakan upaya manusia. Adapun keberhasilannya, maka itu semua kembali kepada ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. Sehingga kita selalu mengiringi berbagai ikhtiar tersebut, dengan doa memohon keselamatan, perlindungan, dan pertolongan, serta keberhasilan kepada Allah Ta’ala satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya.


Sumber: setkab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *