Kiat-Kiat Agar Iman Bertambah Kuat

oleh -1.172 views
Kiat-Kiat Agar Iman Bertambah Kuat

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

« الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ »

“Iman itu ada 70 atau 60 cabang lebih. Cabang yang paling utama adalah ucapan “Laa Ilaaha illallah” dan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu itu merupakan salah satu cabang dari iman.” (HR. al-Bukhari no. 9 dan Muslim no. 35 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwasanya iman adalah ucapan dan perbuatan.

Ucapan hati (keyakinan) dan ucapan lisan (syahadat); serta

perbuatan hati (misalnya ikhlas, cinta kepada Allah, takut terhadap-Nya, dll), perbuatan lisan (misalnya dzikrullah, membaca Al-Qur’an, dll), dan

perbuatan anggota badan (misalnya shalat, haji, berbuat baik, dll).

Sehingga iman itu itu mencakup semua ucapan lisan, semua amalan anggota badan, keyakinan, akhlak, penegakan kewajiban kepada Allah dan perbuatan baik kepada sesama makhluk.

Demikian pula hadits ini menjelaskan kepada kita bahwasanya iman itu bisa bertambah atau berkurang. Secara kenyataan juga terbukti demikian, kita saksikan bahwasanya tingkatan manusia itu berbeda-beda dalam hal ilmu dan amalan. Oleh karena itulah barangsiapa yang meyakini bahwasanya iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang berarti dia telah menyelisihi kenyataan sekaligus menyelisihi dalil-dalil syariat.

Allah Ta’ala telah menjadikan bahwa pada setiap tujuan ada sebab-sebab yang harus dilakukan agar bisa mengantarkan kepada tujuan yang diinginkan. Iman merupakan tujuan yang paling besar dan penting dari sekian banyak tujuan yang ingin dicapai. Allah Ta’ala telah menjadikan adanya sebab-sebab yang akan menambah dan menguatkan iman.

Sebab-sebab yang bisa menambah dan menguatkan iman terbagi menjadi dua:

1. Sebab secara umum

2. Sebab yang terperinci

Adapun sebab umum yang akan menambah dan menguatkan iman yaitu dengan cara merenungi ayat-ayat Allah yang dibaca yaitu dengan membaca al-Qur’an dan hadits, atau dengan memperhatikan ayat-ayat Allah yang berupa alam. Demikian pula dengan bersemangat untuk mengetahui kebenaran dan mengamalkannya. Seluruh sebab yang bisa menambah dan menguatkan iman, kembalinya adalah kepada sebab umum ini.

Adapun sebab terperinci yang akan menambah dan menguatkan iman sebagai berikut:

1. Mempelajari nama-nama Allah yang indah sebagaimana termaktub dalam al-Qur’an dan hadits-hadits nabi, dan bersemangat untuk memahami makna-maknanya serta beribadah kepada Allah berdasarkan konsekuensi nama-nama Allah tersebut.

2. Merenungi al-Qur’an, karena sesungguhnya orang yang merenungi al-Qur’an senantiasa akan mendapatkan manfaat dari ilmu-ilmu al-Qur’an sehingga akan menambah keimanannya.

Allah Ta’ala berfirman:

{وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (2)} [الأنفال: 2]

“dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka akan bertambahlah iman mereka dan hanya kepada Rabb-Nya hendaklah mereka bertawakkal.” (al-Anfal: 2)

Allah Ta’ala memberitakan dalam sekian banyak ayat bahwasanya al-Qur’an merupakan ayat-ayat bagi orang yang beriman dan orang yang yakin. Karena dengan membaca dan merenungi ayat-ayat al-Qur’an maka seseorang akan menuai ilmu, keyakinan dan iman sesuai dengan apa yang Allah bukakan darinya. Sehingga dia senantiasa bertambah ilmu, iman dan keyakinannya.

3. Mempelajari hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Maka dengan semakin bertambahnya pengetahuan seorang hamba terhadap al-Qur’an dan hadits nabi, semakin bertambah pulalah keimanan dan keyakinannya.

4. Mengenal profil nabi dengan mempelajari akhlaknya yang mulia dan sifat-sifat beliau yang sempurna.

Allah Ta’ala berfirman:

{أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ (69)} [المؤمنون: 69]

“Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka (Muhammad), karena itu mereka mengingkarinya?” (al-Mukminun: 69)

Maksudnya adalah dengan mengenal profil nabi maka akan mendorong seorang hamba untuk bersegera beriman bagi orang yang sebelumnya tidak beriman dan bersegera untuk menambah iman bagi orang yang sebelumnya memang telah beriman.

5. Memikirkan ciptaan Allah, tentang penciptaan langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya dari makhluk-makhluk Allah yang bermacam-macam, demikian pula dengan memperhatikan pada diri manusia dengan segala macam sifat-sifatnya.

Yang demikian ini merupakan pendorong yang kuat untuk beriman, karena dengan adanya keberadaan alam ini menunjukkan akan keagungan dan kekuasaan Pencipta-Nya.

6. Memperbanyak dzikir kepada Allah pada setiap waktu. Karena dengan dzikir kepada Allah akan menanamkan benih iman dalam hati, sehingga semakin bertambah dzikir seorang hamba kepada Allah maka akan semakin kuat keimanannya.

7. Mempelajari keindahan-keindahan Islam.

Agama Islam adalah agama yang indah dari berbagai sisinya.

a. Dari sisi akidah, maka akidah Islam merupakan satu-satunya akidah yang benar dari semua akidah yang ada.

b. Dari sisi akhlak, maka akhlak Islam merupakan akhlak yang terpuji dan bagus.

c. Dari sisi amalan dan hukum, maka amalan dan hukum Islam adalah yang paling bagus dan adil.


Baca: Nasehat Asy Syaikh Shalih Al Fauzan: Doa dan Istighatsah Hanya Kepada Allah


8. Bersungguh-sungguh dalam mencapai derajat ihsan.

Baik ihsan dalam beribadah kepada Allah maupun ihsan kepada makhluk.

Yang dimaksud ihsan dalam beribadah kepada Allah adalah beribadah kepada Allah seakan-akan kita melihat Allah, dan apabila tidak bisa mencapai hal yang demikian maka kita merasa bahwasanya Allah melihat kita. Apabila seorang hamba mencapai tingkat ihsan dalam ibadahnya kepada Allah, dia akan bersungguh-sungguh untuk menyempurnakan amalannya. Maka hendaknya seorang hamba terus menerus bersungguh-sungguh agar bisa mencapai tingkatan ini, sehingga iman dan keyakinannya pun semakin bertambah.

Adapun ihsan kepada makhluk adalah berbuat kebaikan kepada sesama makhluk baik dengan ucapan, perbuatan, harta, kedudukan dan perkara-perkara yang bermanfaat lainnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»

“Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (al-Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45 dari sahabat Anas)

9. Mendakwahkan Islam kepada masyarakat dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, memerintahkan manusia kepada perbuatan yang baik dan melarang dari perbuatan jelek.

Kemudian yang tidak kalah penting untuk diperhatikan dalam hal kiat-kiat agar iman bertambah kuat, adalah lawan dari semua poin di atas, yaitu menjaga diri dari dua perkara:

a. dari pemahaman-pemahaman yang menyimpang

b. dari perbuatan-perbuatan maksiat.

Maka barangsiapa yang terjaga dari dua perkara ini maka dia akan kuat dan sempurna keimanannya.

Wallahu a’lam bi shawab

Referensi: Taudhih wal Bayan li Syajaratil Iman (al-‘Allamah ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *