Masyarakat Perlu Memahami Upaya Penanganan Covid-19 Agar Tidak Tersesat Informasi

oleh -161 views
Bersyukurlah Wahai Saudaraku, di Musim Covid, Mari Bangkit

Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengedukasi masyarakat tentang upaya yang dilakukan pemerintah dalam memerangi pandemi Covid-19. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito memberi pemahaman sejumlah istilah medis hingga upaya pemerintah menekan penularan Covid-19 di Indonesia.

“Satgas ingin memberikan kabar baik bagi masyarakat. Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan vaksin sebagai bentuk intervensi medis untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap virus Covid-19, dan dapat menyokong usaha menuju ketahanan kesehatan.” kata Prof Wiku dalam keterangan pers, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya, banyak masyarakat yang mempertanyakannya dan membutuhkan informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah. “Masyarakat perlu mengetahui beberapa istilah terkait vaksinasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman informasi,” ujarnya

Penjelasan Tentang: Vaksin, Vaksinasi, Imunisasi, dan Imunitas

Pertama, istilah vaksin. Bahwa vaksin adalah produk atau zat yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia yang akan menstimulasi sistem kekebalan tubuh manusia (imunitas). Dan akan melindungi manusia dari penyakit yang sedang mewabah, dalam hal ini pandemi Covid-19.

Kedua, “Apa itu vaksinasi? Suatu prosedur untuk memasukkan vaksin ke dalam tubuh (biasanya disuntikkan) , untuk menstimulasi sistem imun tubuh dan akhirnya bisa memproduksi imunitas terhadap suatu penyakit,” lanjut Wiku.

Ketiga, imunisasi adalah suatu proses yang membuat tubuh manusia terlindung dari suatu penyakit melalui proses vaksinasi tersebut.

Keempat, istilah imunitas, yaitu kemampuan kekebalan tubuh memerangi suatu penyakit. “Dengan demikian, apabila terjadi imunisasi, akan terbentuk imunitas dan akhirnya kita bisa terlindungi,” jelas Wiku. Tentu semua dengan izin Allah Ta’ala.

Saat ini terdapat kandidat vaksin yang dipersiapkan Pemerintah dan akan diberikan kepada masyarakat. Yaitu:

– Sinovac,

– Sinopharm,

– Kansino,

– Astra Zeneca, dan

– Genexine.

Namun sebelum vaksin-vaksin itu diproduksi secara massal, baik diproduksi dalam negeri maupun luar negeri, harus lulus beberapa tahapan uji klinis.

Tahapan-tahapan ini kata Wiku, bertujuan untuk memastikan keamanan pada manusia termasuk juga menentukan takaran dosis yang aman untuk digunakan. “Saya ulangi sekali lagi, keamanan vaksin bagi masyarakat adalah prioritas dan tugas utama Pemerintah,” Wiku menekankan.

Saat Ini, Disiplin Protokol Merupakan Langkah Terbaik

Meskipun begitu, kita tidak boleh terlena. Kita harus memahami bahwa solusi pengendalian Covid-19 tidaklah tunggal. Vaksin bukan satu-satunya solusi untuk mencegah penularan Covid-19. Vaksin adalah bentuk intervensi kesehatan kepada masyarakat. Saat ini hal terbaik yang harus kita lakukan adalah menegakkan protokol kesehatan. Karena upaya ini adalah upaya yang paling sederhana tapi berdampak sangat besar secara ilmiah. Menerapkan disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan malahan lebih efektif menurunkan risiko penularan sampai 80%. Jika kita bisa menerapkan tiga protokol sekaligus maka penurunan resiko penularan akan jauh lagi lebih besar, dengan izin Allah. “Adaptasi perubahan perilaku memang tidak mudah. Oleh karena itu perlu adanya kerjasama antar elemen masyarakat dalam upaya pengendalian Covid-19, termasuk dalam program vaksinasi yang akan kita hadapi,” imbuh Wiku.

Cerdas dan Selektif dalam Menerima Informasi dan Membagikannya

Masyarakat juga diminta untuk cerdas dan selektif dalam menerima informasi, sebelum mempercayai dan membagikan informasi tersebut kepada orang lain. “Jadi, kami mohon agar seluruh masyarakat betul-betul memahami kondisi pandemi Covid-19, sambil mengubah perilaku, memastikan kita bisa bertahan untuk menghadapi Covid-19 ini dan menunggu penyiapan program vaksinasi, sehingga kita bisa terlindungi dengan berbagai cara,” pesan Wiku.


baca: Jubir Satgas: Covid-19 Bukan Konspirasi, Tak Ada Ruang untuk Kita Lengah

Nasehat Asy Syaikh Shalih Al Fauzan: Doa dan Istighatsah Hanya Kepada Allah

Angka Penularan dan Kepatuhan Protokol


Komitmen Pemerintah

Disamping itu saat menjawab pertanyaan media, Wiku memastikan Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawal jalannya uji klinis kandidat vaksin. Termasuk melakukan pengawasan mutu produk melalui sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) hingga produk akhir atau siap pakai.

“Dan harapannya, nantinya bisa diterbitkan izin edar obat oleh BPOM. Sejauh ini belum ada laporan terkait efek samping serius dari relawan yang mengikuti uji coba klinis,” katanya.

Sedangkan, untuk peta jalan atau roadmap vaksin, akan menjadi langkah yang konkrit dalam menjalankan program vaksinasi dan dilakukan berdasarkan tingkat risiko yang ada di masyarakat. Juga untuk rincian dan alokasi bagi prioritas vaksinasi dalam tahap finalisasi.

Pemerintah katanya akan mengedepankan asas keadilan. Masyarakat diminta bersabar dan memantau informasi resmi dari pemerintah. “Seluruh alokasi prioritas mempertimbangkan kriteria dan prioritas penerima serta wilayah yang mengacu Perpres No. 99 Tahun 2020,” jelas Wiku.

Semoga langkah-langkah pemerintah memberikan hasil yang terbaik. Amin.

dari: https://covid19.go.id/p/berita/masyarakat-perlu-memahami-upaya-penanganan-covid-19-agar-tidak-tersesat-informasi

(dengan ada penambahan dan penyesuaian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *