,

MUI: Vaksin Covid-19 Suci dan Halal. Ini Penjelasan Dasar Fatwanya

oleh -351 views

Dalam Fatwanya no. 02 Tahun 2021, MUI menyatakan Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero) hukumnya suci dan halal.

Dalam fatwanya tersebut, di samping menyebutkan dasar hukum syar’i dari dalil-dalil ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits, serta kaidah-kaidah fiqhiyyah, MUI juga memperhatikan pendapat para ulama, serta memperhatikan hal-hal berikut:

Laporan dan Penjelasan Hasil Audit Tim Auditor LPPOM MUI bersama Komisi Fatwa MUI ke Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan ke PT. Bio Farma (Persero) tentang proses produksi dan bahan yang merupakan titik kritis sebagai berikut:

  1. Vaksin diproduksi dengan platform virus yang dimatikan.
  2. Fasilitas produksi hanya digunakan untuk produksi vaksin Covid-19.
  3. Produksi vaksin mencakup tahapan penumbuhan Vero Cell (sel inang bagi virus), penumbuhan virus, inaktifasi virus, pemurnian (purifikasi), formulasi dan pengemasan.
  4. Sel vero merupakan sel diploid yang digunakan sebagai inang virus. Sel ini diperoleh dari sel ginjal kera Hijau Afrika (African Green Monkey) dari hasil penelitian tahun 1960an dan terbukti aman untuk berfungsi sebagai inang virus dan telah disetujui oleh WHO.
  5. Media pertumbuhan Vero Cell dibuat dari bahan kimia, serum darah sapi, dan produk mikrobial. Produk mikrobial yang digunakan berasal dari mikroba yang ditumbuhkan pada media yang terbuat dari bahan nabati, bahan kimia, dan bahan mineral.
  6. Terdapat penggunaan tripsin dan beberapa enzim lainnya dalam tahap produksi dan pemurnian. Enzim yang digunakan ini merupakan produk mikrobial dimana mikroba ditumbuhkan pada media yang terbuat dari bahan nabati, bahan kimia, dan bahan mineral.
  7. Tidak ada penggunaan bahan turunan babi dan bahan yang berasal dari bagian tubuh manusia pada seluruh tahapan proses produksi.
  8. Dalam penyiapan media untuk produksi pada skala 1.200 liter ditambahkan air murni sebanyak 1 076 liter. Selain itu, pada tahapan formulasi, juga ditambahkan air murni sebanyak 930 – 940 liter per 1 000 liter hasil formulasi vaksin.
  9. Kemasan primer produk yang digunakan terbuat dari kaca dan karet.

Berikutnya, MUI juga memperhatikan pendapat peserta rapat Komisi Fatwa pada tanggal 8 Januari 2021, yang menyimpulkan bahwa:

a. Vaksin Covid-19 produk Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero) dalam proses produksinya:

1) tidak memanfaatkan (intifa’) babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya.

2) tidak memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (juz’ minal insan).

3) bersentuhan dengan barang najis mutawassithah, sehingga dihukumi mutanajjis, tetapi sudah  dilakukan pensucian yang telah memenuhi ketentuan pensucian secara syar’i (tathhir syar’i).

4) menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin covid-19.

b. Peralatan dan pensucian dalam proses produksi vaksin di PT. Bio Farma (Persero) dipandang telah memenuhi ketentuan pencucian secara syar’i (tathhir syar’i).

Kemudian memperhatikan pula Keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang telah memberikan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dan jaminan keamanan (safety), mutu (quality), serta kemanjuran (efficacy) bagi Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences Co.Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero) yang menjadi salah satu indikator bahwa vaksin tersebut memenuhi kualifikasi thayyib.


baca: MUI Terbitkan Fatwa Covid-19 Sinovac, Ini Redaksi Lengkapnya

BPOM Terbitkan EUA Untuk Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac

IDI: Bismillah Mari Kita Dukung Vaksinasi. Hentikan Polemik!


Maka dengan bertawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, MUI menetapkan:

  1. Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero) hukumnya suci dan halal.
  2. Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero) sebagaimana angka 1 boleh digunakan untuk umat Islam sepanjang terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten.

Fatwa ditetapkan pada tanggal 27 Jumadal Ula 1442 H / 11 Januari 2021.

Semoga Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero) ini kondisinya benar-benar sesuai penjelasan para ahli, yaitu aman, berkhasiat, bermutu, suci, dan halal. Sehingga program vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan oleh Pemerintah ini benar-benar menjadi salah satu langkah yang mengantarkan pada pengendalian Covid-19 di negeri ini, bahkan terselesaikannya bencana Pandemi Covid-19 di bumi Indonesia khususnya, dan di dunia pada umum.

Hanya kepada Allah kita berdo’a dan memohon pertolongan. Hanya kepada-Nya kita berharap keselamatan dan perlindungan. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *