Musibah Akan Mendatangkan Kebaikan Kalau Dihadapi dengan 3 Hal Ini

oleh -452 views
Jangan Sampai Terjadi Gelombang Dua

Berprasangka baik kepada Allah Ta’ala. Sikap inilah yang semestinya terus tertanam dalam diri setiap muslim. Apapun yang dirasakan oleh seorang hamba, susah dan senang, lapang dan sempit, mudah maupun sulit, itu semua adalah Kehendak Allah Yang Maha Adil dan Yang Maha Kuasa.

Ketika menghadapi perkara yang tidak menyenangkan, seorang muslim hendaknya tetap berprasangka baik kepada Allah Ta’ala. Ia yakin, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memilihkan yang terbaik untuknya, walaupun kesusahan sedang menghimpitnya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, niscaya Allah akan menimpakan musibah padanya.” (HR. Al-Bukhari no. 5213)

Agar musibah ini benar-benar mendatangkan kebaikan, mari kita memperhatikan dan mengikuti nasihat Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berikut,

“Yang wajib atas orang yang ditimpa musibah dengan sesuatu yang membuat sempit dadanya dan semakin bertambah gelisahnya, adalah hendaknya dia:

– bersabar,

– mengharapkan pahala dari Allah ‘Azza wa Jalla, serta

– menunggu kelapangan dan jalan keluar dari musibah tersebut.

Tiga perkara inilah yang mesti dilakukan oleh orang yang tertimpa musibah, yaitu bersabar, mengharap pahala, serta menunggu kelapangan dan jalan keluar dari Allah ‘Azza wa Jalla atas musibah yang menghimpitnya.

Apabila seseorang ditimpa musibah berupa kesedihan, gelisah, dan sebagainya, maka sesungguhnya dengan adanya musibah tersebut, Allah akan menggugurkan (mengampuni) dosa dan kesalahannya. Betapa banyak dosa dan kesalahan yang dilakukan manusia, sebagaimana dalam hadits: “Setiap manusia itu banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang banyak melakukan kesalahan adalah yang mau bertaubat.”

Apabila seseorang mau bersabar dan mengharap pahala dari Allah, maka Allah akan memberikan ganjaran untuknya. Dalam hal ini ia akan meraih dua ganjaran: pengguguran (pengampunan) dosa dan bertambahnya pahala.

Apabila kemudian dia juga menunggu kelapangan dan jalan keluar dari Allah atas musibah ini, maka dia akan diberi ganjaran untuk ketiga kalinya. Hal ini karena menunggu kelapangan dari Allah merupakan bentuk husnuzhan (prasangka baik) dia kepada Allah ‘Azza Wajalla. Berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan salah satu amal shalih yang mendatangkan pahala bagi seseorang.” (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, 2/24).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *