,

Pak Kades Antusias Ambil Pembagian Kurma di Ponpes Ini

oleh -1.900 views
Pak Kades Antusias Ambil Pembagian Kurma di Ponpes Ini

Bulan Ramadhan identik dengan kehadiran kurma. Bagi kita yang beraktivitas di lingkungan pondok pesantren (ponpes) tentu tak asing dengan kurma. Toh, di luar Ramadhan biasa menyantapnya.

Tapi, bagi masyarakat umum, kurma menjadi pelengkap yang disukai kala buka puasa bersama keluarga. Tak berlebihan, jika mereka memang berjumpa kurma setahun sekali: saat Ramadhan.

Nah, bulan Ramadhan tahun ini, jika biasanya pengurus Ponpes Minhajul Atsar, Jember, datang langsung menemui warga untuk membagikan kurma gratis, sebagai bentuk kasih sayang sesama muslim.

Kali ini, agak berbeda. Sebagian tokoh masyarakat mengambil langsung pembagian kurma di Ponpes Salafy tersebut.

Tak tanggung-tanggung, kepala Desa (Kades) Wirowongso, hadir langsung menjemput kurma yang akan dibagikan kepada warganya, para tetangga dan masyarakat di sekitar rumah Pak Kades.


Baca Juga: Ramadhan Berkah: Merajut Kebahagiaan dengan Pembagian Kurma kepada Warga


Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, pihak Pesantren langsung datang lokasi. Berbaur dengan masyarakat. Menjalin keakraban. Namun di saat Pandemi ini, mau tidak mau terikat dengan protokol. Di antaranya menghindari kerumunan masa.

Pada hari Sabtu 25/04, Kades yang akrab disapa Pak Jon, datang sekitar pukul 15.45 WIB. Beliau sengaja diundang.
Seraya disampaikan kepada beliau mengapa sekarang pengurus ponpes belum bisa langsung menemuinya seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kami sedang menjalankan ‘di rumah saja.’ Saat situasi wabah sekarang. Demi menaati imbauan pemerintah,” kata Koordinator Warga lingkungan ponpes, Mahmud BS.


Baca Juga: Imbas Covid-19 Persediaan Darah Menipis Salafy Bergerak


Pak Jon yang mendengar penjelasan tersebut, tampak lega dan berterima kasih atas perhatian pihak Ponpes Minhajul Atsar selama ini.

“Mator sakalangkong dek Mahmud, e sampek agin dek para ustad empeyan, mator kaso’on sek benynyak. Geh-mogeh Allah se amales,” ucap Pak Kades dalam bahasa Madura yang kental.

(terjemah: “Terima kasih dik Mahmud. Sampaikan kepada para ustadz ucapan terima kasih yang banyak. Semoga Allah yang membalas.”)

Semoga upaya menjalin silaturahmi di bulan Ramadhan ini mendapat balasan kebaikan dari Allah Ta’ala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *