Pasien Positif Tanpa Gejala, Menularkan Corona di Lampung dan Semarang

oleh -1.273 views
Pasien Positif Tanpa Gejala Menularkan Corona di Lampung dan Semarang

Tetap mesti waspada. Wabah Covid-19 masih mengancam. Terlebih di masa pelonggaran pembatasan sosial sekarang ini, penyebaran virus makin membahayakan. Tak terkecuali dari mereka: Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sabtu (20/6), Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung merilis sembilan kasus positif baru yang terinfeksi dari seorang pasien positif tanpa gejala. Sebelumnya, OTG tersebut melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, karena tak memenuhi ketentuan selama isolasi tersebut, terjadi kontak dengan sembilan orang yang akhirnya terinfeksi pula.

Dinkes Lampung telah meminta Gugus Tugas Daerah setempat untuk mengawasi lebih ketat. Mereka yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Karena menjadi pasien positif tanpa gejala.

Data per Sabtu (20/6), ada 180 pasien positif di Lampung. Dinkes Lampung memberi kebijakan bagi pasien OTG boleh melakukan isolasi mandiri di rumah. Tidak di ruang khusus isolasi di rumah sakit. Saat ini pihaknya menugaskan Gugus Tugas, agar membantu maksimal para OTG di rumahnya selama menjalani isolasi.


Baca: Waspada, Penambahan Kasus Positif Covid-19 Berasal dari OTG


Nakes di Semarang Pasien OTG

Salah satu yang rentan terpapar Covid-19 adalah tenaga kesehatan (nakes) atau tim medis.

Seperti disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Sabtu (20/6). Ada 63 pasien positif corona berasal dari tenaga medis. Mereka dalam kondisi baik (sehat), tetapi positif.

Dari kontak erat ke-63 nakes tersebut, lanjut Hendrar Prihadi, membuat lonjakan kasus positif di Kota Lumpia. Tercatat sampai Sabtu (20/6), ada 412 pasien positif di sana.

“Maka saya ajak seluruh warga Kota Semarang. Apa susahnya pakai masker, kalau tidak punya boleh minta. Ini bukan untuk menyelamatkan diri sendiri, tapi juga keluarga,” katanya.

Pelajaran penting

Dari dua daerah di atas, kita bisa mengambil pelajaran penting. Bahwa penyebaran Covid-19 masih berlangsung. Hendaknya kita terus mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus corona.

Apalagi, pola penularan kini mulai sering terjadi dari OTG. Yang tampak sehat, tapi membahayakan orang lain.

Karena itu, selain terus tawakal kepada Allah ta’ala dan menempuh sebab-sebab keselamatan. Hendaknya kita tidak abai terhadap arahan pemerintah terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan protokol pencegahan Covid-19. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *