Peran Masyarakat: Percaya Kepada Pemerintah, Mendukung Vaksinasi, dan Tetap Disiplin Protokol

oleh -117 views

Kepala Badan POM menjelaskan bahwa pemberian Emergency Use Authorization (EUA) menggunakan metode adaptive trial, rolling submission untuk melihat data keamanan, khasiat, dan mutu vaksin secara bertahap, dan berkoordinasi dengan negara lain yang sedang melakukan uji klinik seperti Brazil dan Turki.

“Khusus untuk vaksin COVID-19, Badan POM merujuk kepada panduan WHO dalam pemberian persetujuan EUA vaksin, dimana data yang dibutuhkan minimal adalah data uji klinik fase 1 dan 2 untuk menunjukkan keamanan dan imunogenisitas vaksin dan data uji klinik fase 3 untuk menunjukkan keamanan, imunogenisitas dan efikasi vaksin,” jelas Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam acara daring bertema tema “Vaksin COVID-19: Benarkah Aman dan Halal?”, Rabu (20/01/2021).


baca: Independensi Badan POM Dalam Mengeluarkan EUA Vaksin Covid-19

MUI: Vaksin Covid-19 Suci dan Halal. Ini Penjelasan Dasar Fatwanya


Hasil analisis terhadap efikasi vaksin CoronaVac dari uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3%. Angka tersebut menunjukkan harapan bahwa vaksin ini mampu untuk menurunkan kejadian infeksi COVID-19 hingga 65,3%. Tentunya penurunan angka kejadian infeksi COVID-19 dengan vaksin tersebut akan sangat berarti dalam upaya Indonesia keluar dari krisis pandemi COVID-19.

Untuk menjamin mutu vaksin, Badan POM telah melakukan evaluasi terhadap data mutu vaksin, yang mencakup pengawasan mulai dari bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi vaksin, persiapan pengiriman dan penerimaan vaksin, pendampingan pendistribusian obat yang baik, dan pengujian berbasis risiko.

Setelah mendapatkan vaksinasi, terdapat potensi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Badan POM bekerjasama dengan Komnas dan Komda KIPI serta Kementerian Kesehatan melakukan surveillance, investigasi, dan kajian KIPI.

“Masyarakat dapat melaporkan apabila ada kejadian yang serius dan kami akan melakukan investigasi apakah terjadi karena vaksin,” lanjutnya.

Kepala Badan POM juga memastikan bahwa Badan POM akan mengawal keamanan dan mutu vaksin sejak penelitian, produksi, peredaran, hingga fasilitas pelayanan kesehatan, insyaallah. “Masyarakat punya peran penting agar kita bisa segera keluar dari pandemi, dengan percaya pada pemerintah, mendukung program vaksin, dan setelah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan 5M dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan,” tutup Kepala Badan POM.

Sumber: @BPOM_RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *