,

Perkembangan Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di 10 Provinsi, Jubir: Tidak Boleh Membuat Pemda dan Masyarakat Lengah dan Berpuas Diri

oleh -784 views

Dalam kesempatan menyampaikan keterangan pers, Kamis (22/10/2020), Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, memaparkan data perbandingan jumlah kasus dan perbandingan jumlah kematian periode 5 – 11 Oktober 2020 dibandingkan periode 12 – 18 Oktober 2020.

Perbandingan Jumlah Kasus 05-11 Oktober vs 12-18 Oktober

  • Sumatera Utara: penurunan-6.3%
  • DKI Jakarta: penurunan -9.2%
  • Jawa Barat: penurunan -8.7%
  • Jawa Tengah: kenaikan +1.6%
  • Jawa Timur: penurunan -6.4%
  • Kalimantan Selatan: kenaikan +1.2%
  • Sulawesi Selatan: kenaikan +5.5%
  • Papua: kenaikan +27.1%
  • Bali: penurunan -17.3%
  • Aceh: kenaikan +0.3%

Perbandingan Jumlah Kematian 05-11 Oktober vs 12-18 Oktober

  • Sumatera Utara: kenaikan +34.8%
  • DKI Jakarta: kenaikan +6.7%
  • Jawa Barat: penurunan -36.7%
  • Jawa Tengah: kenaikan +23%
  • Jawa Timur: penurunan-20%
  • Kalimantan Selatan: kenaikan +9.1%
  • Sulawesi Selatan: kenaikan +42.9%
  • Papua: sama
  • Bali: penurunan -16.7%
  • Aceh: kenaikan +43.8%

Secara umum, perkembangan ke arah yang lebih baik telah dicapai oleh beberapa provinsi. “Namun hal ini tidak boleh membuat seluruh pemerintah daerah dan masyarakatnya lengah dan berpuas diri. Melihat dari data di atas yang cukup memprihatinkan, di mana tingkat kematian pada 50% dari 10 provinsi prioritas mengalami peningkatan, (maka) kami meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk betul-betul mengikuti standar pengobatan dan pelayanan yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan 5 organisasi profesi kedokteran,” kata Prof. Wiku mengingatkan.


baca: Masyarakat Perlu Memahami Upaya Penanganan Covid-19 Agar Tidak Tersesat Informasi

Kunci Utama Menghadapi Musibah Covid-19: Iman, Aman, Imun


Lalu Jubir Pemerintah yang sekaligus Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional ini menyampaikan harapan penting, bahwa “Untuk provinsi yang di minggu ini belum mencapai perkembangan ke arah positif, mohon agar terus upayakan untuk menekan penularan, sehingga angka kasusnya dapat menurun.”

Kemudian, Prof Wiku mengingatkan agar jangan meremehkan kasus kematian sedikitpun, “Untuk kematian, tidak bosan-bosan saya sampaikan, bahwa 1 kematian itu terbilang nyawa,” katanya.

Maka pihaknya memohon kepada seluruh pemerintah daerah agar memastikan kualitas terbaik dalam penanganan pasien Covid-19, termasuk menangani pasien sejak dini. Utamanya pada kasus dengan gejala sedang dan berat. Sehingga dapat meningkatkan potensi kesembuhan dan meminimalisir potensi kematian.

Tak lupa, Prof. Wiku juga meminta kepada seluruh masyarakat di mana pun berada, baik tua maupun muda, dewasa maupun anak-anak, agar segera kunjungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan jika merasakan gejala-gejala Covid-19 seperti: demam, batuk dan gangguan pernafasan. “Jangan sekali-kali meremehkan gejala apapun walaupun itu hanya seperti masuk angin dan flu ringan,” ujarnya.

Lalu, disela-sela tanya jawab bersama media, Jubir Pemerintah kembali mengulangi peringatan penting. “Yang lebih penting, dan selalu Satgas ingatkan adalah: meskipun dalam suasana libur bersama nanti, masyarakat tetap dianjurkan untuk tidak keluar rumah dan berkerumun di tempat-tempat ramai apabila tidak ada keperluan mendesak,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan: memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak. “Setelah sekian lama, saya mengharapkan bahwa masyarakat seharusnya sudah mampu mengadaptasi kebiasaan baru di tengah situasi pandemi ini apapun keadaannya termasuk liburan panjang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *