Pondok Pesantren Ini Peduli Terhadap Pencegahan Covid-19, Ini Faktanya

oleh -2.511 views
Pondok Pesantren Ini Peduli Terhadap Pencegahan Covid-19, Ini Faktanya

Pondok Pesantren identik dengan kesibukan mengaji, kitab kuning, atau – kalau itu pesantren modern – identik pula dengan aktivitas akademik. Namun berbeda halnya dengan Pondok Pesantren (Ma’had) Minhajul Atsar Jember.

Pesantren yang terdapat di kawasan Sumbersalak, Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember ini, oleh masyarakat dikenal dengan Pondok Pesantren “Salafy”. Di samping berkutat dalam pendidikan dan akademik, menggembleng para santrinya dengan aqidah tauhid yang murni dan ubudiyyah, serta cabang-cabang ilmu lainnya, pesantren ini ternyata sangat besar pula perhatiannya terhadap aspek sosial kemasyarakatan dan kesehatan.

Para pengurusnya, di samping terdiri dari para ustadz dan pengajar, juga terdiri dari para dokter profesional, bahkan dokter spesialis. Kegiatan bakti sosial pengobatan gratis untuk masyarakat menengah ke bawah, khitan massal, donor darah bersama, merupakan kegiatan yang sering dan rutin dilakukan.

Pesantren Minhajul Atsar ini juga memiliki kepedulian yang besar dalam pencegahan Covid-19 di kompleks pesantren dan lingkungan sekitarnya. Tak hanya dalil-dalil suci Al-Qur’an dan al-Hadits yang menjadi dasar pemikiran setiap kebijakan dan langkahnya dalam penanganan pendemic Covid-19, namun pesantren ini juga update mengikuti perkembangan imbauan-imbaun dan surat-surat resmi pemerintah dan menjadikannya sebagai dasar kebijakan dan langkah-langkah mencegah Covid-19. Berikut fakta-faktanya:

  1. Meniti Jejak Generasi Salafush Shalih

    Berpedoman kepada al-Qur’an dan al-Hadits merupakan suatu yang niscaya. Pesantren Minhajul Atsar juga senantiasa meniti jejak generasi Salafush Shalih dalam memahami dan mengamalkan dalil-dalil al-Qur’an dan al-Hadits.

    Visi utama pesantren “Salafy” ini adalah mencetak anak didik yang bertauhid dan berpegang kepada prinsip-prinsip sunnah Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, serta mengejawantahkan metodologi generasi salaf, yaitu para shahabat Nabi, tabi’in, dan tabiut tabi’in. Berbekal itu, para santri mampu terjun ke medan dakwah dan turut aktif berkiprah untuk masyarakat dan negerinya.

  2. Sangat perhatian terhadap Kebersihan dan Kesehatan

    Pesantren Minhajul Atsar telah berulang kali mengadakan penyuluhan dan edukasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk para santrinya dan masyarakat sekitarnya, jauh sebelum ramai pemberitaan tentang Corona atau Covid-19. Kenapa? Karena bagi Ponpes Minhajul Atsar PHBS bukan hanya untuk Covid-19, tapi memang merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus mereka terapkan dalam keseharian.

  3. Pencegahan Covid-19 untuk warga Pesantren dan Lingkungan Sekitarnya

    Ketika Indonesia telah mengumumkan kasus Covid-19 pertama kali pada 2 Maret 2020, maka edukasi dan penyuluhan untuk pencegahan Covid-19 semakin gencar. Materi disampaikan oleh tim Medis dan para ustadz pengasuh pesantren. Di antaranya:

    • Edukasi dan penyuluhan tentang Covid-19 pada tanggal 10 dan 12 Maret 2020, disampaikan oleh tim Medis.
    • Edukasi tentang Covid-19 sekaligus taushiyyah keagamaaan, pada tanggal 14 Maret 2020. Sebagai pemateri dalam acara ini tim Medis dan para ustadz. Dalam kesempatan ini disampaikan pula penjelasan tentang himbauan dan protokol baku dari pemerintah khususnya di lingkungan lembaga pendidikan.

    Tidak sebatas itu, upaya tersebut didukung pula dengan kerja nyata di lapangan. Di antaranya :

    • Pengawasan terhadap pelaksanaan PHBS di kompleks pesantren dan sekitarnya.
    • Kampanye tentang CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) dan membuat sarana pendukungnya berupa: memperbanyak fasilitas cuci tangan dengan air mengalir di tempat-tempat strategis, misalnya di depan setiap asrama, di setiap kantor, dekat sudut-sudut halaman, di depan masjid.
    • Mengontrol pelaksanaan Social Distancing dan Physical Distancing.
    • Melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 untuk masjid, kantor, dan kompleks pesantren, sesuai surat edaran dari Kemendikbud dan Kemenkes.
    • Memaksimalkan fungsi UKS untuk yankes dan ruang isolasi.
    • Menyiapkan masker, sabun, dan bahan-bahan untuk disinfektan.
  4. Mengeluarkan surat-surat Edaran untuk Warga Pesantren dan Para Orang Tua yang tinggal di lingkungan sekitar pesantren.

    Edaran-edaran tersebut dibuat mengikuti perkembangan sekaligus merespon imbaun-imbauan dari pemerintah. Antara lain:

    • Surat edaran no. 06/MMA-B/07/1441, tanggal 20 Rajab 1441 H/15 Maret 2020, tentang: Langkah Pencegahan dan Penanganan Covid-19 pada Lingkungan Ma’had Minhajul Atsar Jember dan Sekitarnya.
    • Surat edaran no. 08/MMA-B/07/1441, tanggal 21 Rajab 1441 H/15 Maret 2020, tentang: Belajar di Rumah dan Pelaksanaan Shalat Berjama’ah di Masjid Pesantren.
    • Surat edaran no. 09/MMA-B/07/1441, tanggal 23 Rajab 1441 H/18 Maret 2020, tentang: Pengaturan Peserta Didik (Santri) yang Berbasis Asrama.
    • Surat edaran no. 10/MMA-B/07/1441, tanggal 25 Rajab 1441 H/20 Maret 2020, tentang: Pengaturan Shalat Jum’at di Masjid Pesantren Minhajul Atsar Jember.
    • Surat no. 11/MMA-B/07/1441, tanggal 25 Rajab 1441 H/20 Maret 2020, tentang: Himbauan bagi Para Orang Tua/Wali di Sekitar Pesantren Yang Bekerja di luar.
    • Surat edaran no. 13/MMA-B/08/1441, tanggal 1 Sya’ban 1441 H/26 Maret 2020, tentang: Pengaturan Shalat Jum’at di Masjid Pesantren Minhajul Atsar Jember.
  5. Membentuk Satgas Tanggap Covid-19 Ma’had Minhajul Atsar Jember

    Dalam rangka melakukan langkah-langkah cepat, tepat, dan terukur di lapangan dalam menghadapi situasi darurat Covid-19 di lingkungan Pesantren Minhajul Atsar Jember dan sekitar, serta mengontrol langkah-langkah tersebut, maka dibentuklah Satgas Tanggap Covid-19 Ma’had Minhajul Atsar Jember.

    Ini tertuang dalam SK. No. 12/MMA-A/07/1441 yang ditandatangai oleh Pimpinan Pesantren pada tanggal 26 Rajab 1441 H/21 Maret 2020 H.

    Tugas utama Satgas Tanggap Covid-19 adalah:

    1. Membuat program kerja dan melakukan segala langkah yang diperlukan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19.
    2. Mewujudkan ketahanan medis dan pangan.
    3. Menyiapkan dan mengontrol sarana dan infrastruk untuk poin 1 dan 2.
    4. Berkoordinasi dengan pihak berwenang.

Itulah beberapa fakta penting terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 di Pesantren Minhajul Atsar Jember. Pihak pesantren berhasil memadukan antara dalil-dalil agama dengan imbauan-imbauan pemerintah. Sehingga menghasilkan langkah-langkah yang sangat strategis.
Pihak pesantren menyadari bahwa berbagai langkah yang ditempuhnya hanyalah usaha dan upaya manusia, adapun hasilnya maka kembali kepada Allah Ta’ala Yang Maha Kuasa. Perlindungan dan keselamatan hanya di tangan Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *