,

Presiden Berharap Vaksinasi Sebagai Kunci Penentu Pengendalian Pandemi

oleh -161 views

Sikap optimis dan berharap kepada Allah Ta’ala merupakan sikap yang tumbuh dari iman dan tawakkal yang kuat kepada-Nya satu-satu-Nya. Allah adalah pelindung dan penjamin hamba-hamba-Nya yang bertawakkal kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan menjadi penjamin yang mencukupi (segala kebutuhannya).”  (Ath-Thalaq: 3)

Tawakkal adalah bersandar dan berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, disertai dengan melakukan sebab-sebab (ikhtiar).

Mengutip dari presidenri.go.id, Presiden Joko Widodo – semoga Allah menjaganya – mengajak semua pihak untuk bersikap optimistis di awal tahun 2021 yang diyakini akan menjadi titik balik permasalahan pandemi yang melanda sejak tahun lalu. Kesehatan masyarakat diharapkan akan segera pulih dan perekonomian segera bangkit kembali walaupun kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

Saat memberikan sambutan pada acara pertemuan tahunan industri jasa keuangan tahun 2021 yang digelar secara virtual, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa pengendalian pandemi melalui vaksinasi adalah kunci utama yang sangat menentukan agar keadaan bisa kembali normal, dengan izin Allah.

“Pengendalian pandemi terutama melalui vaksinasi adalah game changer, adalah kunci yang sangat menentukan agar masyarakat bisa bekerja kembali, anak-anak kita bisa belajar di sekolah lagi, agar kita bisa kembali beribadah dengan tenang, dan juga agar perekonomian nasional kita segera bangkit,” kata Presiden dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 15 Januari 2021.


baca: Diawali Presiden, Vaksinasi Covid-19 Secara Gratis Resmi Dimulai di Seluruh Indonesia

Penjelasan Pemerintah Tentang Vaksin Covid-19: Target, Kehalalan, Sanksi


Tentu harapan besar dan sikap optimis ini harus kita sandarkan kepada Allah Ta’ala. Bukan semata-mata kekuatan manusia. Kita harus menyertainya dengan senantiasa memohon pertolongan dan berharap besar kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Kepala Negara menegaskan bahwa program vaksinasi Covid-19 gratis bagi seluruh rakyat Indonesia secara resmi telah dimulai dua hari lalu, Rabu (13/1). Seluruh prosedur dan tahapan pengembangan vaksin juga telah dilalui dengan baik dan berjalan lancar.

Presiden menuturkan, penelitian dasar ilmiah hingga uji klinis telah dilakukan sejak bulan Agustus (tahun 2020). Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) juga telah mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dan hasil efikasi vaksin yang diuji sudah di atas standar yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization).

Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa halal bagi vaksin yang digunakan. Sistem pendukung vaksinasi juga telah direncanakan dan siap sejak beberapa bulan yang lalu.

“Ini adalah sebuah langkah penting, langkah bersama kita untuk membawa bangsa kita keluar dari pandemi, memberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan pada rakyat, serta akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional secara cepat,” jelas Presiden.

Ini merupakan anugerah dan nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita, sehingga semua prosedur, proses, dan tahapan dapat berjalan dengan lancar.

Tanggal 13 Januari yang lalu, Kepala Negara dan beberapa perwakilan dari berbagai golongan sudah divaksin dosis pertama. Kemarin, 14 Januari 2021, juga telah dilakukan vaksinasi perdana di 26 provinsi. Adapun hari ini, 15 Januari 2021, vaksinasi perdana juga dilakukan di 8 provinsi.

“Saya telah perintahkan agar proses vaksinasi kepada 181,5 juta rakyat Indonesia bisa diselesaikan sebelum akhir tahun 2021 ini,” kata Bapak Presiden.

Presiden juga telah memerintahkan untuk mengamankan 426 juta dosis vaksin untuk rakyat yang berasal dari empat perusahaan dan negara yang berbeda. Presiden memerinci, vaksin akan datang sebanyak kurang lebih 3 juta di bulan Januari, 4,7 juta di bulan Februari, 8,5 juta di bulan Maret,16,6 juta di bulan April, 24,9 juta di bulan Mei, dan 34,9 juta di bulan Juni.

“Itu di dalam perencanaan yang telah kita buat, meskipun bisa berubah lebih banyak lagi kita harapkan,” kata beliau.


baca: Disiplin Menjalankan Protokol dan Tawakkal


Dengan vaksinasi massal ini, Presiden berharap akan muncul kekebalan komunal sehingga risiko penyebaran Covid-19 akan berhenti dan kegiatan perekonomian akan sepenuhnya pulih kembali.

“Inilah kerja besar yang ingin kita kerjakan dan kita meminta kesadaran kita semuanya, meskipun nantinya sudah divaksin, saya minta protokol kesehatan tetap harus dijalankan dengan ketat sampai seluruh dunia kembali normal tanpa pandemi,” tandas beliau.

Semoga harapan Bapak Presiden dikabulkan oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala. Sehingga ikhtiar berupa vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan bisa mengantarkan negeri ini segera terbebas dari Pandemi Covid-19. Selalu berdo’a dan memohon pertolongan Allah Ta’ala serta keridhaan-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *