Presiden Berpesan Kepada Seluruh Pemerintah Kota Untuk Prioritaskan Empat Hal

oleh -93 views

“Saya membuka Munas APEKSI hari ini dengan pesan kepada seluruh pemerintah kota untuk memprioritaskan empat hal. Yakni, pengendalian laju penyebaran Covid-19, percepatan vaksinasi, memperbanyak program padat karya, dan pemberian bantuan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi,” demikian tulis Bapak Presiden di akun resminya, Kamis (11/02/2021).

Mengutip laman presidenri.go.id dan setkab.go.id disebutkan, Penanganan pandemi Covid-19 beserta dampak yang ditimbulkannya membutuhkan gerak dan langkah luar biasa dari seluruh pihak. Oleh sebab itu, saat membuka Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) pada Kamis, 11 Februari 2021, di Istana Negara, Jakarta, Presiden Joko Widodo – semoga Allah senantiasa menjaga dan memberikan kekuatan kepada beliau – mengajak pemerintah kota untuk melakukan sejumlah langkah luar biasa dan mendesak tersebut.

“Kita tetap harus bekerja keras, kita juga harus semakin detail untuk menemukan cara-cara baru dalam mengatasi permasalahan dan bahkan memanfaatkan kondisi krisis ini untuk meraih kemajuan yang signifikan,” kata Bapak Presiden.

Menurut Bapak Presiden, terdapat empat langkah yang harus dilakukan pemerintah daerah, termasuk pemerintah kota, bersama-sama dengan pemerintah pusat untuk dapat mengatasi situasi pandemi saat ini.

Langkah Pertama : Memprioritaskan Pengendalian Laju Penyebaran Virus

“Saya kira berulang-ulang saya sampaikan, disiplin 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) harus tetap digaungkan kepada masyarakat. Sudah saya perintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri agar Pemda dibantu oleh aparat TNI dan Polri di daerah,” kata Presiden.

Presiden mengingatkan, imbauan berdisiplin 3M juga harus disertai dengan contoh kedisiplinan dan memberikan masyarakat fasilitas, seperti masker misalnya, yang mereka perlukan untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Jangan hanya menyuruh pakai masker kepada masyarakat, tetapi sekarang saya tambah perintahnya juga harus bagi masker karena banyak rakyat kadang juga tidak mampu beli masker,” tutur Presiden.

Dalam upaya pengendalian laju kasus COVID-19, Presiden juga mengungkapkan Pemerintah terus berupaya meningkatkan 3T (testing, tracing, dan treatment). “Tes, lacak, kemudian isolasi, ini penting. Ini sudah dua minggu ini saya tekankan terus masalah ini, tetapi yang paling penting adalah pelaksanaan di lapangan,” ujar Presiden.

Presiden meminta pemerintah daerah (pemda) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, BNPB, TNI, dan Polri dalam mengambil langkah jika terdapat kasus positif di wilayahnya. Kepala daerah juga diminta melakukan pemetaan zonasi penyebaran COVID-19 secara detail.

“Jika dirasa perlu ini PPKM bisa dilakukan tetapi dalam skala mikro, dalam lingkup yang kecil. Baik itu dalam skala kampung, skala desa, RW atau RT saja,” tambah Presiden.

Pemda juga harus memperhatikan ketersediaan tempat tidur perawatan di rumah sakit dan obat-obatan maupun kesiapsiagaan tenaga medis dalam melakukan perawatan pada pasien COVID-19.

Langkah Kedua: Mempersiapkan Manajemen Untuk Percepatan Vaksinasi Di Daerah

Kebijakan vaksinasi massal secara gratis bagi setidaknya 181,5 juta masyarakat telah dimulai pada 13 Januari 2021 lalu.

Vaksinasi massal tersebut untuk tahap pertama diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan. Namun, beberapa waktu mendatang, vaksinasi massal akan mulai diperuntukkan bagi masyarakat di sektor lainnya.

“Mulai minggu depan ini sudah mulai masuk ke (tenaga) pelayanan publik yang sering berhubungan dengan masyarakat,” ujarnya.

Kelompok masyarakat di sektor-sektor padat interaksi seperti para pedagang pasar atau jasa krusial lainnya yang dalam kesehariannya berhubungan dengan masyarakat banyak juga dapat dilakukan vaksinasi secara massal atau berkelompok.

Vaksinasi segera dilakukan pada sektor dengan interaksi dan mobilitas tinggi dengan pendekatan klaster bukan orang per orang.


baca: Presiden: Vaksinasi, Menjaga Protokol, Hindari Kerumunan, Kurangi Mobilitas

Taubat Nasuha Tatkala Wabah Melanda


Dalam hal ini, pemerintah daerah berkewajiban untuk dapat melakukan perencanaan dan pemetaan secara matang mengenai pihak-pihak yang dapat diprioritaskan untuk memperoleh suntikan dosis vaksin Covid-19. “Perencanaan secara detail ini harus dimulai, dipetakan. Kalau vaksin datang dalam jumlah banyak itu siapa dulu yang didahulukan. Jangan lupa yang untuk yang rentan, utamanya yang lanjut usia itu menjadi prioritas,” ujar Presiden.

“Pemerintah daerah, pemerintah kota, juga harus mempersiapkan betul vaksinator. Berapa jumlah vaksinator di kota kita. Juga manajemen vaksinasinya di lapangan,” imbuh Presiden.

Langkah Ketiga: Pemerintah Daerah Juga Harus Memperbanyak Program Padat Karya Di Wilayah Mereka Masing-Masing

Program-program padat karya dimaksudkan untuk menyediakan lapangan kerja, utamanya bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaannya di tengah pandemi sehingga mampu memperkuat daya beli dan meningkatkan konsumsi masyarakat.

“Banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah kota. Perbaikan jalan kampung, perbaikan saluran air di kota, perbaikan puskesmas dan posyandu, dan perbaikan sekolah lakukan semuanya dengan padat karya. Saya kira banyak sekali,” ucap Presiden.

Langkah Keempat: Pemberian Bantuan Sosial (Bansos) Kepada Masyarakat Lapisan Bawah Dan Yang Terdampak Pandemi Covid-19 Harus Tetap Dilakukan

“Tetap lanjutkan terus pemberian bantuan sosial, terutama sembako, kepada masyarakat lapisan bawah dan kelompok masyarakat bawah yang tidak bisa mendapat penghasilan dari program padat karya. Ini harus dibantu dengan bansos,” tandas Bapak Presiden.

 

Kita bersyukur dan memberikan apresiasi atas berbagai upaya serius Bapak Presiden dan seluruh jajarannya. Semoga Bapak Presiden Joko Widodo selalu sehat dan dalam perlindungan Allah Ta’ala. Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada beliau dan seluruh jajaran pemerintah.  Semoga beliau senantiasa menjalankan roda pemerintahan di atas koridor iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta menegakkan kebenaran dan keadilan. Sehingga bisa membawa negeri ini kepada kemajuan, termasuk mengatasi musibah Pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini dengan pertolongan-Nya.

Mendoakan pemerintah dan kepala negara merupakan amal shalih yang utama. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Mendoakan para pimpinan kaum muslimin dan pemerintah, serta tentara kaum muslimin dengan kebaikan, agar ditolong untuk berjalan di atas kebenaran, menegakkan keadilan, dan yang semisalnya merupakan perkara yang disukai (dalam agama) berdasarkan kesepakatan para ulama.” (lihat Kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab 4/391).

Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan, “Sungguh aku memandang wajib menaati pimpinan kaum mukminin (pemerintah) baik ketika tersembunyi maupun terang-terangan, dalam keadaan aku sulit maupun mudah, dalam keadaan aku semangat (senang) maupun benci, bahkan dalam keadaan aku dizhalimi sekalipun. Sungguh aku mendoakan kebaikan kepada Allah siang dan malam, memohon agar Allah memberikan kepada pemerintah ketepatan langkah dan taufiq.” (lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah 14/413)

Karena apabila pemerintah baik, maka akan membawa kebaikan pula untuk negeri dan rakyatnya. Semoga empat langkah prioritas yang disampaikan oleh Bapak Presiden di atas benar-benar menjadi langkah strategis dan menjadi sebab untuk bisa terselesaikannya pandemi Covid-19 ini. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *