Presiden: Pandemi Covid-19 Masih Ada dan Nyata. Ingat, Waspada, dan Tak Boleh Lengah

oleh -210 views

Pemerintah terus mengingatkan masyarakat Indonesia agar tetap waspada dari Covid-19, dan jangan sampai lengah atau kendor. Di tengah berbagai berita vaksinasi maupun kurva yang dikabarkan telah menurun di negeri ini.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan untuk tidak lengah terhadap penyebaran pandemi COVID-19 yang masih ada dan nyata. Hal tersebut beliau sampaikan di Jakarta, Senin (19/04/2021).

“Kita harus menyampaikan apa adanya bahwa pandemi COVID-19 masih ada dan nyata di negara kita. Oleh sebab itu, kita tetap harus ingat dan waspada, eling lan waspada, tetap tidak boleh lengah, tidak boleh menyepelekan yang namanya COVID-19,” ujar Presiden Jokowi mengingatkan, dikutip dari setkab.go.id

Kepala Negara juga mengingatkan, bahwa ketidakwaspadaan tersebut berpotensi meningkatkan laju penularan COVID-19. “Jangan sampai situasi sekarang yang kurvanya sudah lebih baik, menurun, ini menjadi naik lagi gara-gara kita lengah dan tidak waspada,” tegas Bapak Presiden

Di laman setkab.go.id disebutkan pula Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan peringatan yang sama. Menkes mengingatkan semua pihak untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, mengingat potensi risiko lonjakan kasus penularan masih dapat terjadi. “Jangan lupa terus pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan. Sayang, kita sudah turun [kurvanya], jangan sampai nanti ada lonjakan ketiga seperti yang terjadi di negara-negara lain di Eropa, di Asia, maupun di Amerika Selatan,” ujar Kemenkes di Jakarta, Senin (19/04/20214).


baca: Ketua Satgas Covid-19 Nasional: Covid-19 Bisa Kita Kendalikan Tapi Harus Bersama-sama, Tidak Bisa Sendirian


Kondisi ini membuat untuk harus benar-benar mawas diri dan bersabar. Pemerintah telah menyampaikan kepada kita fakta penting bahwa Pandemi masih ada dan nyata. Belum berakhir. Maka kita masih terus dituntut untuk kerja keras dan disiplin. Kedisplinan yang tak hanya oleh orang per orang saja, namun kedisiplinan secara bersama-sama, oleh semua pihak.

Dalam kesempatan bulan Ramadhan ini pula, hendaknya kita memperbanyak amal shalih dan amal ketaatan, sebagaimana telah dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan telah diamalkan oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dari masa ke masa. Mari kita perbanyak doa kita kepada Allah satu-satu-Nya. Hanya Allah sajalah yang bisa mengangkat dan menghilangkan bencana pendemi ini. Tiada sekutu bagi-Nya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ [يونس: 107]

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Yunus: 107)

 

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Jikalau hamba-hamba-Ku bertanya tentang-Ku maka (jawablah) bahwa Aku Maha Dekat; Aku mengabulkan doa orang yang berdoa jika ia mau berdoa kepada-Ku. Maka jawablah panggilan-Ku dan berimanlah kepada-Ku, niscaya kalian akan mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *