,

Presiden: Pembatasan Berskala Mikro Lebih Efektif

oleh -358 views

Bapak Presiden Joko Widodo – semoga selalu Allah lindungi – kembali memimpin rapat terbatas membahas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui konferensi daring dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 28 September 2020.

Setelah beliau menyampaikan data-data terkait perkembangan Covid-19 di Indonesia per 27 September 2020, dalam rapat tersebut Presiden kembali menyampaikan kepada Komite Penanganan Covid-19 bahwa pola atau metode intervensi lokal harus dapat diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia.

“Kemudian yang berkaitan dengan intervensi berbasis lokal. Ini perlu saya sampaikan sekali lagi kepada Komite bahwa intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi, kabupaten, dan kota. Artinya pembatasan berskala mikro baik itu di tingkat desa, di tingkat kampung, di tingkat RW, di tingkat RT, atau di kantor, atau di pondok pesantren, saya kira itu lebih efektif. Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif. Jadi jangan sampai kita generalisir satu kota atau satu kabupaten apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang.” kata Presiden

Transkrip selengkapnya bisa dibaca di sini: https://www.presidenri.go.id/transkrip/rapat-terbatas-mengenai-laporan-komite-penanganan-covid-19-dan-pemulihan-ekonomi-nasional-3/

Dalam hal ini Presiden menyinggung pondok pesantren termasuk basis lokal yang perlu ada intervensi berbasis lokal padanya.


baca: Presiden Ingatkan Penerapan Strategi Intervensi Berbasis Lokal


Hanya kepada Allah Ta’ala kita memohon perlindungan dan keselamatan. Semoga berbagai upaya yang kita lakukan diridhoi oleh Allah ‘Azza wa Jalla, dengannya menjadi sebab Allah mengangkat wabah ini dari muka bumi.


baca: Disiplin Menjalankan Protokol dan Tawakkal


Sebagaimana dikatakan oleh Jubir Satgas Covid-19, “Mari berjuang bersama memutus mata rantai penyebaran virus ini. Dan jangan saling menyalahkan, mari kita saling gotong royong melindungi sesama kita sehingga bisa terbebas dari Covid-19,” Selasa (22/9/2020)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *