Prinsip Dasar Cara Penularan Covid-19

oleh -456 views
PROTOKOL kesehatan COVID-19 Dok. Kemenkes

Prinsip Dasar Cara Penularan Covid-19

DR. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K)

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

 

Pertanyaan: Kasus Covid-19 semakin meningkat, ada lagi cluster keluarga dan berputar juga dari keluarga dan perkantoran. Sebenarnya prinsip-prinsip dasar penularan Covid-19 ini seperti apa, dok?

————————————

Jawaban DR. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K):

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jadi sudah sering disampaikan mungkin dari berbagai pakar ahli dan juga dari Satgas. Pada dasarnya Covid-19 ini menular melalui 3 mekanisme:

Pertama: adalah penularan secara langsung melalui droplet, percikan-percikan halus yang dibatukkan oleh seseorang ketika dia batuk, bersin, atau bahkan berbicara kepada orang-orang yang terdekat dalam jarak 1 sampai 2 meter. Itu penularan secara langsung.

Kedua: adalah penularan secara tidak langsung yaitu melalui tangan kita yang terkontaminasi, dengan menyentuh benda-benda yang sudah terkontaminasi dengan virus tersebut. Bisa dengan meja, pegangan pintu, atau juga barang-barang. Apabila barang tersebut terkontaminasi dan belum dibersihkan, didesinfektan, kemudian tangan kita memegangnya dan kita lupa juga belum cuci tangan, memegang area muka, mulut, hidung. Akhirnya virusnya dapat masuk dan terhirup ke dalam saluran nafas dan masuk ke dalam tubuh.

Ketiga: adalah yang terakhir WHO sampaikan bahwa potensial menular melalui penularan Airborne atau penularan lewat udara. Penularan lewat Airborne ini disinyalir terjadi paling banyak adalah pada lingkungan di daerah Rumah Sakit. Yaitu pada tindakan-tindakan prosedur yang menimbulkan suatu aerosol atau suatu mikrodroplet, misalnya tindakan sakson, pemasangan alat bantu napas, kemudian nebulizer atau uap,  itu akan membuat timbulnya suatu mikrodroplet dan aerosol yang dapat beterbangan ke udara sekitar sehingga berpotensi menular melalui Airborne.

Airborne ini dapat berpotensi menyebar dalam radius sampai 60 meter. Meskipun begitu, WHO juga menyatakan bahwa resiko penularan Airborne itu juga bisa terjadi di populasi. Terutama pada area-area tertutup yang tidak memiliki ventilasi yang baik. Misalnya pada perkantoran, restoran atau rumah makan, atau ruang-ruang pertemuan kecil. Itu memiliki potensi bila ruangan itu tertutup, tidak ada ventilasi yang baik, kemudian perkerumunannya padat. Sehingga potensial terjadi penyebaran lewat udara itu dimungkinkan. Beberapa laporan kasus itu sudah ada.

 

Sumber: Talkshow di Kantor Graha BNPB Jakarta, pada 18 September 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *