Protokol Penyelenggaraan Qurban, Ini Penjelasan MUI di BNPB

oleh -494 views
Ponpes Dhiya'us Salaf Sumsel Intens Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Dalam konferensi pers di Media Center di Graha BNPB Jakarta, Selasa (28/07), Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan tentang pemotongam hewan kurban di masa Pandemi ini.

Bahwa dalam rangkaian ibadah pemotongan hewan kurban, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil oleh pihak terkait untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19, di antaranya adalah:

  1. Optimalisasi sarana yang telah tersedia, seperti Rumah Potong Hewan (RPH). Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan yang biasanya terjadi saat penyembelihan hewan kurban.
  2. Pihak yang melaksanakan kurban disunnahkan untuk menyembelih hewan kurbannya sendiri. Namun dalam kondisi seperti saat ini, penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi atau diwakilkan oleh orang yang memiliki keahlian.
  3. Jika terdapat hambatan untuk bekerja sama dengan RPH, maka penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan di tempat biasa namun tetap pastika protokol kesehatan tetap dijalankan.

Baca: Disiplin Protokol, Danramil Sumbersari Apresiasi Ponpes Minhajul Atsar Jember


Di samping menerapkan protokol kesehatan saat melakukan ibadah kurban, Sekretaris komisi Fatwa MUI juga mengingatkan kepada seluruh umat Islam untuk tetap memastikan kesehatan hewan kurban agar tetap memenuhi syarat untuk bisa dijadikan kurban.

“Untuk itu, kita secara bersama-sama memperhatikan juga kondisi kesehatan hewan. Hewan yang akan kita sembelih, untuk kepentingan kurban dipastikan memenuhi syarat untuk dijadikan kurban dari sisi usia, dari sisi kesehatan,” ucapnya.

Proses distribusi daging hewan kurban pun turut menjadi perhatian dalam penerapan protokol kesehatan. Dalam hal ini, MUI mengimbau kepada panitia kurban untuk menghindari antrian saat membagikan daging kurban.

“Panitia kurban, dan juga lembaga sosial yang bergerak di bidang pelayanan ibadah, pada saat distribusi jangan lagi masyarakat antri. Tetapi, panitia bergerak mendatangi mustahik untuk kepentingan distribusinya,” kata Sekretaris Komisi Fatwa.

Sumber: https://www.bnpb.go.id/himbauan-mui-perihal-penerapan-protokol-kesehatan-disaat-idul-adha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *