Putus Mata Rantai Covid-19: Warga Pesantren Dapat Suplai Sayuran dari Petani

oleh -2.332 views
Warga Pesantren Dapat Suplai Sayuran dari Petani

Segenap upaya dilakukan tim Satgas Tanggap Covid-19 Ponpes Minhajul Atsar, Jember guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Tak sekedar mengkarantina wilayah warga pemukiman komunitas dan warga pesantren, kebutuhan mendasar seperti pelayanan air, sampai kebutuhan sayuran juga difasilitasi oleh tim Satgas.

Aturan ketat menjaga jarak dua meter dan wajib mengenakan masker, diterapkan tanpa tebang pilih. Baik warga pemukiman komunitas, maupun pihak luar, semua wajib melakukan protokol ini.

Hal itu bertujuan agar setiap individu muslim terus waspada dan tidak meremehkan situasi saat ini.

Warga di pemukiman komunitas, juga dikondisikan agar serius tidak keluar batas portal gerbang. Termasuk, tidak perlu susah-susah ke pasar di masa pandemi sekarang. Sebab, tim Satgas menghubungi langsung petani sayur-mayur atau rekanan penyedia. Tak sembarang petani dipilih. “Harus sesuai kriteria protokol pencegahan Covid-19,” kata dr. Jamil, pengarah medis tim sayur Mlijo.

Sehingga sayur yang didapat, Insyaallah lebih steril. Sayur tidak lagi mampir ke pasar umum. Karena jika membeli ke sana, rentan terkena kerumunan penjual dan pembeli. Di pasar juga sulit menerapkan Physical Distancing. Di samping ada kekhawatiran ketika ada kontak interaksi dengan orang banyak.

Langkah Satgas Tanggap Covid-19 ini sebagai bagian dari memutus rantai penyebaran virus Corona.


Baca Juga:


Di waktu yang ditentukan, sayuran dari petani datang. Sebelum masuk area pesantren sayuran tersebut melalui protokol agar steril.

Setelah itu, tim Mlijo Satgas menggelar “pasar kaget” untuk warga pesantren dan warga pemukiman komunitas. Pilihan sayuran ada wortel, kol, tomat, bayam bawang daun, sawi kentang, dan lainnya. Sementara buah, ada jeruk peras dan jambu merah, dll. Tiap harinya bisa berganti-ganti.

Di “pasar kaget” ini, walaupun pembelinya sesama warga komunitas dan tak ada orang luar, namun protokol tetap berlaku. Jaga jarak 2 meter dan memakai masker tetap ditekankan. Tulisan pengingat terpampang di sudut-sudut stand “pasar kaget” tersebut.

Semoga niat baik memutus mata rantai wabah Covid-19 ini mendapat pahala berlimpah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga kaum muslimin dan keluarga, terjaga dari paparan virus corona. (r)

Warga Pesantren Dapat Suplai Sayuran dari Petani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *