,

Satgas Covid-19: Daerah Yang Tidak Masuk Zona Merah Bukan Berarti Aman

oleh -174 views
tanya

Daerah yang saat ini tidak berada dalam zona merah atau risiko tinggi, diminta tidak lengah. Bagi daerah yang berada di zona oranye pun belum bisa merasa aman karena penularan Covid-19 masih terus terjadi.

Posisi saat ini ada 94 kabupaten/kota yang berada di zona oranye tanpa perubahan selama 6 minggu berturut-turut. “Jangan terlena dan jangan lengah. Target penanganan Covid-19 ini adalah seluruh wilayah dapat berubah menjadi zona hijau. Artinya tidak ada kasus baru di wilayah tersebut selama 4 minggu berturut-turut dan angka kesembuhannya mencapai 100%. Hal tersebut bukanlah tidak mungkin untuk dicapai.” ungkap Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal Sekretariat Presiden Selasa (13/10/2020).

Dari 94 kabupaten/kota itu terdapat beberapa provinsi yang memiliki daerahnya cukup banyak masuk kedalam kategori tanpa perubahan selama 6 minggu berturut-turut.

Diantaranya Sumatera Utara (12) Jawa Tengah (11) dan Jawa Timur (11).

Selain itu ada juga kabupaten/kota yang skornya mendekati zona kuning, ialah Rejang Lebong, Kota Madiun, Lamongan, Kota Yogyakarta, Gunung Mas, Donggala, Buton Selatan, Konawe Selatan, Lombok Barat, Kota Ternate dan Maybrat. Sebaliknya ada 3 daerah yang mendekati zona merah yakni Kota Langsa, Pasaman Barat dan Karang Anyar.

“Jangan berpuas diri karena daerahnya tidak berada di zona merah. Zona oranye tetap berbahaya dan berisiko untuk terjadi penularan. Apabila terus dibiarkan tanpa penanganan yang signifikan, maka wilayah ini berpotensi untuk menjadi zona merah,” lanjut Wiku.

Ia mengingatkan kembali, bahwa peta zona risiko yang menunjukkan sebaran penularan Covid-19 di berbagai daerah dibuat berdasarkan data yang valid. Wiku menjelaskan bahwa dalam zona risiko penularan di suatu wilayah menggunakan 3 indikator.

“Yaitu:

– epidemiologi,

– surveillance kesehatan masyarakat, dan

pelayanan kesehatan.

Dari masing-masing indikator itu ditentukan skor dan pembobotan yang menggambarkan risiko di wilayah tersebut,” katanya.

Untuk daerah zona oranye atau risiko sedang skornya dimulai dari nilai 1,81 hingga 2,4. Melihat nilai skor tersebut, jika suatu daerah mendekati 1,81 artinya kabupaten/kota tersebut semakin mendekati zona merah atau risiko tinggi pada pekan berikutnya. Sebaliknya, semakin mendekati 2,4 maka kabupaten/kota tersebut semakin dekat berubah menjadi zona kuning atau risiko rendah pada pekan berikutnya.

 

Imbauan Untuk Pemerintah Daerah

Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dengan seluruh lapisan masyarakatnya adalah kunci dalam penanganan Covid-19 di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Untuk itu pemerintah daerah harus tetap berupaya meningkatkan testing, tracing dan treatment (3T). Pemda juga diminta proaktif jika memerlukan bantuan dengan pemerintah pusat berupa kebutuhan penanganan seperti reagen, obat-obatan, insentif relawan dan sebagainya. “Pemerintah daerah harus tetap berupaya agar meningkatkan tracking, testing, dan treatment. Jangan ragu-ragu dan bersegeralah untuk meminta bantuan kepada  pemerintah pusat berupa kebutuhan penanganan, seperti: reagen, obat-obatan, insentif untuk relawan, dan lain sebagainya.” kata Prof. Wiku


baca: Disiplin Menjalankan Protokol dan Tawakkal

Jubir Covid-19 Nasional: Kunci Utama adalah Kepatuhan Secara Kolektif, Tidak Bisa Sendiri


Imbauan Untuk Masyarakat

“Sedangkan untuk masyarakat dimohon untuk terus memakai masker saat akan keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, serta menjaga dengan orang lain minimal 1,5 meter di tempat umum. Dan mohon untuk tidak keluar rumah jika tidak benar-benar diperlukan atau mendesak.” tegasnya.

 

https://covid19.go.id/p/berita/satgas-covid-19-daerah-yang-tidak-masuk-zona-merah-bukan-berarti-aman (dengan ada penyesuaian dan penambahan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *