,

Satgas: Kasus Aktif Tetap Menurun Di Saat Tes Meningkat

oleh -316 views

Penambahan kasus terkonfirmasi positif mengalami penurunan yang signifikan, Alhamdulillah. Mengutip keterangan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito di laman covid19.go.id bahwa hal ini bukan karena jumlah pemeriksaan (testing) yang menurun. Malahan pemerintah terus menggencarkan pemeriksaan Covid-19.

“Seharusnya, kasus positif yang mengalami penurunan tidak diikuti dengan jumlah pemeriksaan yang mengalami penurunan juga. Karena hal ini, akan membuat kesimpulan yang diambil terhadap perkembangan kasus positif menjadi bias,” jelasnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (18/3/2021).

Mengenai penurunan kasus positif ini dapat dibuktikan berdasarkan data perkembangan kasus positif dan jumlah testing mingguan dalam kurun Januari – Maret 2021.

Berdasarkan data, sejak awal hingga minggu terkahir bulan Januari 2021, kasus positif mengalami peningkatan hingga mencapai 86.342 kasus dalam 1 minggu.

Namun memasuki Februari, tren kasus positif mengalami penurunan hingga saat ini atau minggu ketiga bulan Maret. Meskipun sempat mengalami kenaikan pada Februari.

Sementara pada data testing, jumlahnya  meningkat sejak awal Januari. Dan sempat mengalami penurunan pada 3 minggu pertama Februari. “Dan jumlah testing kembali meningkat tajam pada minggu keempat Februari, namun jumlah kasus positif tidak ikut mengalami kenaikan yang tajam,” imbuh Wiku.

Lalu, pada minggu pertama hingga minggu ketiga Maret, jumlah testing terus mengalami peningkatan, sedangkan jumlah kasus positif mengalami penurunan. Ini artinya, meskipun jumlah pemeriksaan Covid-19 terus mengalami peningkatan setelah fluktuatif, hal ini tidak diikuti peningkatan kasus positif.

“Hal ini menunjukkan bahwa kasus positif di tengah masyarakat sudah mulai menurun, bukan karena jumlah pemeriksaan yang menurun,” Wiku menekankan.

Melihat data pemeriksaan per 17 Maret 2021, jumlahnya sudah mencapai standar WHO yaitu 1 per 1000 populasi. Dan kondisi ini harus terus dipertahankan dengan terus meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Dan diharapkan kedepannya kasus positif di Indonesia dapat terus ditekan, dan testing Covid-19 dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan agar tetapi diatas standar WHO.

Pencapaian yang bagus ini, patut kita syukuri. Salah satu bentuk syukur adalah tetap bersabar dan berdisiplin menerapkan protokol kesehatan demi pencegahan Covid-19. Mari kita perhatikan dan laksanakan dengan sebaik-baiknya imbauan-imbauan pemerintah terkait kedisiplinan protokol kesehatan dan pembatasan-pembatasan kegiatan. Ini merupakan bagian dari ketaatan kepada pemerintah yang diajarkan dalam Islam.

Mengutip www.spa.gov.sa/2053576 , Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Alu Syaikh hafizhahullah pada (07/08/1441 H – 31/03/2020 M) menegaskan bahwa setiap orang yang melanggar protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan tidak komitmen melaksanakannya, atau menyebabkan menularnya wabah Covid-19 kepada orang lain dengan sengaja, atau menggunakan media sosial untuk mengejek dan mencela keseriusan pemerintah atau menggunakannya untuk memprovokasi orang lain agar melanggar protokol, maka orang tersebut berdosa. Lalu Syaikh Abdul Aziz hafizhahullah yang merupakan Mufti Umum dan Ketua Umum Dewan Ulama Senior Arab Saudi ini mengingatkan kaum muslimin dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

(وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ)

“Tolong menolonglah kalian dalam kebajikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras adzab-Nya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *