Satgas: Pelarangan Mudik Dilakukan Demi Kebaikan Jangka Panjang

oleh -228 views

Pemerintah telah mengeluarkan keputusan pelarangan mudik lebaran tahun 2021 bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, dan pegawai swasta, bahkan juga bagi seluruh masyarakat Indonesia. Berlaku mulai 6 – 17 Mei 2021. Keputusan ini sesuai arahan Presiden dan hasil keputusan rakor tingkat menteri, sebagaimana disampaikan oleh Kemenko PMK, Jum’at (26/03/20211). Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, keputusan yang diambil ini tidaklah mudah.

Namun, keputusan ini diambil pemerintah demi mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19. Lonjakan yang kerap terjadi akibat beberapa kali momentum libur panjang yang terjadi selama tahun 2020 termasuk libur akhir tahun lalu. Karena jika angka kasus kembali naik, maka berdampak langsung terhadap keterisian tempat tidur rumah sakit.

“Dan yang paling kita takutkan tentunya adalah naiknya angka kematian,” Wiku memberi keterangan pers perkembangan penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan, Selasa (30/3/2021).


baca: Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, Berlaku 6-17 Mei 2021

Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan Setelah Periode Libur Panjang


Melihat perkembangan penanganan COVID-19 saat ini, Indonesia telah berhasil menurunkan penambahan kasus baru COVID-19 selama beberapa bulan terakhir. Sehingga diharapkan dengan adanya pelarangan mudik lebaran dapat mencegah transmisi virus COVID-19 dari orang per orang akibat tingginya mobilitas masyarakat yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

“Keputusan untuk mengeluarkan kebijakan larangan mudik, bukanlah keputusan yang mudah. Terlebih mengingat, ini adalah momentum kedua lebaran, yang kita lewati di tengah masa pandemi,” kata Wiku.

Meski demikian, keputusan tegas ini harus diambil pemerintah setelah melalui pertimbangan risiko untuk dampak jangka panjang. Keputusan ini diambil demi kebaikan bersama. Masyarakat diharapkan menaati keputusan ini agar Indonesia segera terbebas dari Pandemi COVID-19, biidznillah.

Sumber: covid19.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *