,

Strategi Kemenkes Menurunkan Angka Positivity Rate

oleh -55 views

Positivity Rate merupakan salah satu indikator penting dalam penanganan pandemi. Semakin tinggi angka positivity rate menunjukkan bahwa tingkat kecepatan transmisi (penularan) Covid-19 makin tinggi. Positivity rate diperoleh dari jumlah total kasus positif dibagi dengan jumlah orang yang dites kemudian dikalikan 100.

Mengutip keterangan Tim Pakar Satgas Covid-19 yang disampaikan dalam Rakor Satgas secara daring pada 14/02/2021, berdasarkan jumlah spesimen yang diperiksa, di bulan Februari terjadi sedikit penurunan, dari rata-rata harian 60.769 di bulan Januari 2021, saat ini agak sedikit turun menjadi 60.525.

Hal yang sama juga terjadi para orang yang diperiksa, rata-rata di bulan Januari 2021 adalah 40.184 orang diperiksa per hari, di bulan Februari ini agak sedikit menurun di angka 37.955

Untuk angka positivity rate, trennya masih terlihat cukup tinggi. Di antaranya disebabkan penginputan data negatif yang belum seluruhnya masuk di sistem pencatatan pemerintah pusat. Demikian petikan ringkas dari paparan Tim Pakar Satgas Covid-19.

Menteri Kesehatan menyebutkan angka positivity rate Indonesia berada di kisaran 20%. Persen ini masih tinggi. Seharusnya, menurut standar WHO positivity rate harus di bawah 5%.

Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang secara jujur memang masih terjadi dan perlu perbaikan. Banyak yang menanyakan, bahwa data kasus turun, keterisian rumah sakit turun, tapi kenapa positivity rate Indonesia itu tinggi sekali?

Ada beberapa hipotesa penyebab tingginya positivity rate Indonesia. Hipotesa-hipotesa ini sedang dipelajari dan terus dicek kebenaranya oleh Kemenkes. Pihak Kemenkes berjanji akan menyampaikan kembali sesudah hasilnya keluar.

Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin, dalam siaran pers virtual, Rabu (17/02/2021) memaparkan beberapa hipotesa penyebab tingginya positivity rate Indonesia serta langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengatasinya.

Pertama, bahwa banyak data hasil tes PCR yang hasilnya negatif belum langsung dikirim ke pusat. Sehingga data yang diterima oleh pusat itu lebih banyak data yang positif.

Kenapa data negatif tidak dimasukkan? Setelah dilakukan pengecekan ke beberapa rumah sakit dan laboratorium, hal itu karena jumlah datanya demikian banyak dan juga user inter face atau cara memasukkan ke sistem aplikasi masih rumit. Hal ini mengakibatkan banyak laboraturium yang memasukkan data yang positif dulu, adapun data yang negatifnya tidak dimasukkan. Karena menurut mereka yang penting data yang positif agar bisa diisolasi.

“Itu mengakibatkan positivity rate-nya naik. Itu salah satu hipotesa yang kami amati dan kami akan uji,” kata Menkes.

Untuk mengantisipasi hal ini, pihak Kemenkes sudah memperbaiki user inter face untuk aplikasi testing ini, sehingga dengan demikian akan memudahkan semua laboratorium, semua rumah sakit, dan semua fasilitas kesehatan untuk memasukkan laporannya.

“Bisa dengan otomatis atau bisa langsung dengan excell. Dengan demikian kita merasa bahwa dengan masuknya lebih banyak data dan lebih lengkap, termasuk data yang negatif, itu akan membuat positivity rate kita merefleksikan angka yang sebenarnya,” ujar Menkes.


baca: Positivity Rate Tinggi, Kenapa? Ini Penjelasan Menkes

Presiden Berpesan Kepada Seluruh Pemerintah Kota Untuk Prioritaskan Empat Hal


Kedua, Memang kemungkinan jumlah yang positif sudah lebih banyak sedangkan testing kita yang kurang.

Itu sebabnya, untuk mengecek kebenaran hipotesa ini Kemenkes akan meningkatkan jumlah pemeriksaan. Sejalan dengan penerapan PPKM Mikro ini, peningkatan pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan rapid antigen. Dengan demikian, harapannya bisa lebih cepat dan lebih banyak mendeteksi kasus positif.

“Dengan demikian kita juga akan tahu lebih cepat dan lebih banyak apakah seseorang itu tertular atau tidak tertular. Dengan makin luasnya cakupan target pemeriksaan diharapkan positivity rate lebih menggambarkan keadaan yang sesungguhnya,” ungkap Bapak Budi Gunawan.

Hasil tes rapid antigen nantinya juga akan dimasukkan dalam laporan harian Covid-19.

Pada aplikasi yang awal, hanya bisa menampung tes PCR. Namun dengan adanya keputusan Menteri Kesehatan yang keluarkan di awal minggu lalu, tes antigen untuk suspek yang hasil positif bisa dimasukkan sebagai konfirmasi positif.

“Sistem sudah disiapkan, sedang dites, kami harapkan di minggu ini sudah selesai sehingga hasil dari antigen bisa masuk ke laporan harian kita,” tambahnya.

Ketiga, banyak laboratorium yang masih belum konsisten memasukkan laporannya.

“Sehingga kita perlu lebih berkomunikasi dengan para lab PCR seluruh Indonesia untuk memastikan agar mereka disiplin dan memasukkan data yang lengkap dan on-time, jangan ditunda terlalu lama,” ucap Bapak Budi.

Dengan langkah-langkah perbaikan di atas diharapkan bisa mendapatkan data positivity rate yang sebenarnya, sehingga bisa menjadi dasar pengambilan keputusan kebijakan yang lebih tepat.

Semoga langkah-langkah yang diupayakan oleh pemerintah di atas dapat memberikan hasil yang maksimal.

Di sini membutuhkan kesabaran yang terus menurus dalam mematuhi protokol kesehatan dengan penuh disiplin. Pandemi yang berkepanjangan jangan sampai membuat kita bosan, jangan membuat kita lelah dan menyerah.

Upaya serius disiplin protokol kesehatan, jangan lupa senantiasa kita iringi do’a kepada Allah Ta’ala Yang Maha Perkasa. Allah ‘Azza wa Jalla  yang telah menurunkan musibah wabah ini, dan Dia sajalah yang mampu mengangkatnya dari muka bumi. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)

Dalam kitab Shahih Bukhari, terdapat Bab berjudul: Berdoa memohon diangkatnya wabah dan penyakit.

Doa merupakan salah satu ibadah terbesar, yang wajib ditujukan kepada Allah satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Tidak boleh berdoa kepada siapa pun dan apa pun selain Allah Ta’ala.

Ya Allah lindungilah negeri kami dan negeri-negeri kaum muslimin dari segala kejelekan. Angkatlah wabah ini dari negeri kami dan dari muka bumi. Jadikanlah kondisi negeri kami segera pulih seperti sedia kala. Karuniakanlah kepada kami keamanan dan ketentraman. Amin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *