,

Tembus Lebih Dari 8.000 Kasus Dalam Sehari, Satgas: Ini Adalah Angka Yang Sangat Besar Dan Tidak Bisa Ditolerir!

oleh -375 views
tanya

Lonjakan kasus harian positif Covid-19 di Indonesia pada 3 Desember 2020 kembali meningkat tajam, menembus lebih dari 8.000 kasus. Pemerintah kembali menyampaikan pernyataan dan peringatan tegas kepada seluruh masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Pemerintah melalui Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 dalam kesempatan Konferensi Pers, Kamis 3 Desember 2020 di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB, pukul 16.30 WIB.

Berikut kutipannya:

[Upaya Pemerintah Meningkatkan Interpropabilitas Data Covid-19]

Pemerintah sedang meningkatkan interpropabilitas data Covid-19. Berdasarkan hasil konsolidasi yang dilakukan pemerintah daerah dengan Kementerian Kesehatan, ada beberapa provinsi yang memiliki perbedaan data dengan pusat. Seperti, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan juga Papua. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, pada hari ini terdapat penambahan kasus yang sangat signifikan, yaitu sebesar 8.369 kasus. Angka yang sangat tinggi ini, salah satunya disebabkan karena sistem yang belum optimal untuk mengakomodasi pencatatan pelaporan dan validasi data dari provinsi secara riil time. Sebagai contoh, Papua pada hari ini melaporkan sejumlah 1.755 kasus. Ini merupakan akumulasi dari penambahan kasus positif sejak tanggal 19 November 2020 hingga hari ini.

Kepada pemerintah daerah yang masih memiliki perbedaan data kami imbau untuk melakukan konsolidasi data secara langsung dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesegera mungkin.

[Penurunan Kepatuhan Individu]

Berdasarkan data website resmi bersatu lawan covid-19 untuk perubahan perilaku, bersatulawancovid.id yang nantinya dapat diakses oleh publik, bahwa pemantauan kedisiplinan protokol kesehatan yang dilakukan sejak tanggal 18 November 2020 sempat mengalami fluktuasi di sekitar minggu ke-4 bulan November.

Kemudian, sangat disayangkan bahwa trennya terus memperlihatkan penurunan terkait dengan kepatuhan individu dalam memakai masker serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Hal ini bertepatan dengan periode libur panjang tanggal 28 Oktober sampai dengan 1 November 2020. Tren penurunan tersebut terus berlanjut sampai pemantauan pada tanggal 27 November 2020, di mana presentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 59,32%, sedangkan untuk menjaga jarak ialah 43,46%.


Jubir Covid-19 Nasional: Kunci Utama adalah Kepatuhan Secara Kolektif, Tidak Bisa Sendiri

Jubir Pemerintah: Ketidakpatuhan Terhadap Jaga Jarak Masih Lebih Tinggi


[Liburan Pemicu Utama Penurunan Kepatuhan]

Dapat kita simpulkan bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan, dan kepatuhan tersebut semakin menurun.

Jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan seperti yang ditunjukkan dalam 3 periode libur panjang, maka akan meningkatkan penularan dan apabila dilakukan testing dan treaching maka kasus positif akan meningkat. Jika terus seperti ini, maka sebanyak apapun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi.

Beberapa bulan lalu saya pernah menyampaikan bahwa dari studi yang dilakukan oleh Gelmascudai di tahun 2020, ditemukan bahwa untuk dapat menurunkan angka kasus positif dan kematian, maka minimal 75% populasi harus patuh menggunakan masker.

Namun nyatanya saat ini Indonesia hanya mampu mencapai 59,2%, bahkan 42,35% dalam kepatuhan menjaga jarak dan tidak berkerumun. Adapun lokasi kerumunan dengan tidak patuh masker tertinggi berada di restoran dan kedai sebesar 30,8%; di rumah sebesar 21%; tempat olah raga publik sebesar 18,8%; di jalan umum sebesar 14%; dan tempat wisata sebesar 13,9%.


Pemerintah Kecewa, Pekan Ini Zona Merah Bertambah Hampir Dua Kali Lipat!


[Peringatan Tegas Pemerintah]

Kita sama-sama dapat melihat bahwa dalam beberapa hari terakhir kita mencatatkan rekor-rekor baru peningkatan kasus positif. Sebelumnya kita belum pernah mencapai angka di atas 5.000 untuk angka kasus positif harian. Sayangnya, penambahan kasus positif harian terus meningkat, bahkan per hari ini menembus lebih dari 8.000 kasus. Ini adalah angka yang sangat besar dan tidak bisa ditolerir!

Mohon agar diperhatikan bahwa terus meningkatnya angka kasus positif ini menandakan bahwa laju penularan masih terus meningkat! Jelas terlihat hal ini terjadi karena masyarakat semakin hari semakin mengabaikan protokol kesehatan. Masyarakat harus sadar bahwa kelalaian ini berdampak sangat fatal! Jangan menunggu kasus harian semakin tidak terkendali untuk dapat disiplin terhadap diri sendiri.

Target ini tidak akan menjadi sulit jika semua orang sadar betul bahwa kita tidak sedang dalam keadaan yang baik-baik saja.

Tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu seluruh lapisan masyarakat harus mau bekerja sama dan bergotong royong demi meningkatkan penanganan Covid-19 di Indonesia. Satgas, dan bahkan kita semua, tidak ingin berada di kondisi serba sulit ini terus menerus. Mohon masyarakat segera sadar bahwa langkah kecilnya untuk mencuci tangan secara teratur, dengan hanya memakai masker dengan benar, bahkan upaya kecil untuk berusaha menjaga jarak satu sama lain sangat; berdampak bagi kehidupan banyak umat manusia.


Sebab, Hikmah, dan Solusi dalam Menghadapi Musibah


Dari data 512 kabupaten/kota yang masuk, hanya kurang dari 9 kabupaten/kota yang patuh dalam memakai masker! Dan yang lebih memprihatinkan kurang dari 4% kabupaten/kota patuh dalam menjaga jarak.

Perubahan perilaku adalah modal utama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkontribusi dalam menekan angka penularan Covid-19. Nyatanya dengan kondisi seperti ini, kepatuhan masyarakat yang rendah dalam memakai masker dan menjaga jarak menjadi kontributor dalam peningkatatan penularan Covid-19, yang berdampak pada kenaikan kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir di Indonesia.

* * *

Keterangan: Pemberian sub judul dan cetak tebal dari redaksi tanggapcovid19.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *