Tiga Prinsip Kesehatan

oleh -374 views
Tiga Prinsip Kesehatan

Agama Islam merupakan agama yang sempurna. Tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta saja, namun juga mengatur segala hal yang berkaitan hubungan dengan sesama manusia dan kehidupan mereka, baik perekonomian, sosial, politik, termasuk kesehatan.

Islam merupakan agama yang indah dan sempurna. Allah Ta’ala berkata,

{الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا} [المائدة: 3]

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu.” (al-Maidah: 3)

{وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ (89)} [النحل: 89]

Kami turunkan kepadamu Al-Quran untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (an-Nahl: 89)

{وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ (38)} [الأنعام: 38]

Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.” (al-An’am: 38)

Tahukah Anda, bahwa al-Qur’an juga menunjukkan prinsip penting dalam hal kesehatan?

Ketahuilah, bahwa prinsip Kesahatan pada tiga hal:

  • Menjaga kesehatan,
  • Melindungi dari bahaya atau gangguan,
  • Menghilangkan unsur perusak.

Setiap dokter tinjauannya pasti selalu berporos pada tiga prinsip tersebut. Ketiga prinsip kesehatan itu telah terkandung dalam al-Qur’an dan diajarkan oleh Allah Ta’ala yang telah menurunkannya sebagai obat dan rahmat.

  1. Prinsip Menjaga Kesehatan

    Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan musafir (orang yang bepergian) dan orang yang sakit untuk berbuka (tidak berpuasa) pada bulan Ramadhan. Namun wajib mengqadha’ di kemudian hari. Hal ini adalah dalam rangka menjaga kesehatannya. Karena puasa bisa menyebabkan seorang yang sakit semakin lemah kekuatannya. Demikian pula seorang musafir butuh kekuatan lebih untuk menghadapi kesulitan-kesulitan safar, dan itu akan memberatkannya apabila dia berpuasa.

    Allah Ta’ala berkata,

    { وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ} [البقرة: 185]

    barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (al-Baqarah: 185)

  2. Prinsip Melindungi dari Bahaya atau Gangguan

    Allah Ta’ala membolehkan orang yang sakit untuk tidak menggunakan air dan memerintahnya untuk mengganti wudhu dengan tayammum. Hal ini dalam rangka mencegahnya dari hal-hal yang membahayakan fisiknya.

    Allah Ta’ala berkata,

    {وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا} [النساء: 43]

    Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci).” (an-Nisa: 43)

  3. Prinsip Menghilangkan Unsur Perusak

    Sebagaimana diketahui, bahwa seorang yang sedang berihram tatkala sedang berumrah atau berhaji, dia tidak boleh memotong rambutnya. Namun seorang yang mengalami gangguan di kepalanya ketika dia sedang dalam kondisi berihram, misalnya karena kutu atau yang lainnya, maka Allah Ta’ala membolehkannya untuk mencukur rambutnya. Dengan mencukur rambutnya, maka akan hilanglah unsur-unsur perusak dari kepalanya.

    Allah Ta’ala berkata,

    {فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ} [البقرة: 196]

    Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban.” (al-Baqarah: 196)

    Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Demikianlah, Allah Ta’ala telah mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya prinsip-prinsip kedokteran dan kaidah-kaidah utamanya.”

Betapa ini menunjukkan kepada kita bahwa Islam merupakan agama yang sempurna. Tidak ada agama yang mengajarkan tentang kebersihan dan kesehatan, serta prinsip-prinsip medis dan pengobatan sebagaimana Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *