,

Waspada Kasus Positif Baru dari OTG di Wilayah Zona Hijau

oleh -2.258 views
Kesalahan-Kesalahan di Masa Pandemi Covid-19

Daerah dengan predikat zona hijau, bukan berarti menjamin sepenuhnya aman dari penularan Covid-19. Penyebaran virus corona yang berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG) juga termasuk yanh harus diwaspadai.

Seperti terjadi di Banyumas. Walau Pemprov Jateng memasukan Banyumas sebagai daerah zona hijau. Namun ternyata, ada empat kasus positif baru terjadi di sana.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengungkapkan, dua dari kasus positif itu berasal dari OTG. “Mesti waspada, jumlah warga terjangkit Covid-19 yang masuk kategori OTG diperkirakan semakin banyak,” katanya, Ahad (21/6).

Dua kasus positif dari OTG tersebut, tidak memunculkan gejala sakit. Hasil tes positif diketahui lewat metode swab atau PCR, Sabtu (20/6).

Diketahui, dua pasien OTG itu merupakan mahasiswa. Sehingga tim Gugus Tugas Daerah segera melakukan pelacakan (tracing) di rumah kos kedua mahasiswa tersebut. Memakai metode rapid test.

Hasilnya, penghuni kos lainnya dinyatakan tidak ada yang reaktif. Sehingga disinyalir, kedua pasien OTG tertular dari luar rumah kos.

Dengan ada adanya temuan beberapa kasus OTG, Bupati memperkirakan ada cukup banyak OTG di masyarakat yang terkonfirmasi. Untuk itu, Bupati minta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan penularan kasus dari OTG.

Bupati menyebutkan, Covid 19 mungkin tidak akan berpengaruh atau menimbulkan gejala sakit pada orang yang sehat. “Namun ingat, di rumah kita ada anak, istri dan mungkin orang tua yang belum tentu kondisinya sehat. Mereka harus kita lindungi. Jangan sampai kita menjadi OTG, kemudian menularkan penyakit kita pada keluarga kita,” katanya.

Pelajaran penting

Dari kejadian di Banyumas, masyarakat bisa mengambil pelajaran penting. Terkait status zona hijau, bukan berarti masyarakat terbebas dari ancaman penularan Covid-19.

Sampai saat ini, pandemi Covid-19 belum berakhir. Kasus baru yang berasal dari OTG patut diwaspadai. Mereka tampak sehat, tetapi berpotensi menyebarkan virus, dengan izin Allah.

Ketua Gugus Tugas Pusat, Letjend (Purn) Doni Monardo, mengingatkan, bahwa jika upaya-upaya untuk meningkatkan disiplin mengalami pengendoran, maka zona hijau bisa saja berubah menjadi zona kuning.


Baca: Bersyukur di Bawah Rintik Kesabaran


Kunci dari keberhasilan untuk mempertahankan zona hijau adalah yang pertama disiplin kepada protokol kesehatan, yang kedua disiplin kepada protokol kesehatan,” kata Doni dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (15/6).

Perlindungan diri terbaik – dengan izin Allah – adalah tetap menjalankan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan rajin cuci tangan pakai sabun (CTPS) di air mengalir.

Pemerintah kita tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat Indonesia.
Ketua Gugus Tugas Pusat mengatakan “Seperti yang saya sudah katakan, tiga kunci utama dalam memutus kunci penanganan COVID-19 adalah disiplin, disiplin dan disiplin,” (Jumat, 19/6).

Sebelumnya, Presiden telah mengatakan “Harus saya ingatkan bahwa tugas besar kita belum berakhir, ancaman Covid masih ada,” katanya saat berkunjung ke Graha BNPB, Rabu (10/6).

Menurut presiden, kondisi masih dinamis. Ada daerah yang kasus barunya turun, tapi ada pula daerah yang kasus barunya meningkat. Ada daerah yang juga sudah nihil. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *