,

Zona Merah Meningkat dan Masyarakat Bosan 3M, Ini Arahan Satgas Penanganan Covid-19

oleh -181 views

Perkembangan Zonasi Risiko Per Tanggal 17 Januari 2021 menunjukkan bahwa Zona Risiko Tinggi (Zona Merah) di Indonesia meningkat tajam pada minggu ini. Bahkan untuk untuk pertama kalinya mencapai jumlah yang sama pada awal perhitungan zonasi risiko dilakukan, yaitu pada tanggal 31 Mei 2020 lalu.

Jumlah zona merah mencapai 108 kabupaten/kota. Hampir tidak ada warna hijau yang berarti hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki risiko penularan Covid-19 yang sangat tinggi. Jika melihat lebih detail kepada perpindahan zonasi, ternyata terdapat 52 kabupaten/kota berpindah dari zona orange ke zona merah pada minggu ini. “Hal ini adalah perkembangan yang tentunya bukan seperti yang kita harapkan!” demikian dipaparkan oleh Prof. Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Selasa sore (19/01/2021) dalam siaran pers yang digelar di Media Center Graha BNPB, Jakarta.

Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan bahwa hal ini perlu menjadi perhatian bersama. Jangan sampai di minggu selanjutnya angka zona merah ini terus bertambah. Tentu, kita tidak mau apabila zona merah mendominasi warna di peta zona risiko kabupaten/kota di Indonesia.

“Ingatlah, semakin tinggi risiko penularan maka semakin dekat Covid-19 dari Anda dan keluarga Anda! Termasuk kita semuanya dan diri saya!” kata Wiku.

“Mohon keadaan ini benar-benar dijadikan refleksi pada penanganan Covid-19 yang sedang sama-sama kita upayakan saat ini. Jika perkembangan menunjukkan ke arah yang tidak diharapkan, itu artinya kita perlu memperbaiki strategi, cara, dan upaya penanganan kita supaya ini bisa berhasil. Jangan berpuas diri dengan upaya penanganan yang belum maksimal,” lanjutnya.


baca: Jubir Pemerintah: Sangat Berat Bagi Saya Menyampaikan, Zona Merah Meningkat Tajam!

Ada Chip Pelacak Orang Pada Vaksin Covid-19, Satgas Nasional: Itu Adalah Berita Bohong!


Dalam kesempatan itu, Satgas Penanganan Covid-19 Nasional mengajak bersama-sama terus memperbaiki diri dan bergotong royong untuk menghadapi pandemi ini. Jubir menyebutkan bantuan yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menekan penularan, yaitu antara lain dengan tetap di rumah saja, tidak bepergian jika tidak mendesak, dan selalu menerapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Mungkin banyak masyarakat yang sudah bosan dengan imbauan 3M. Kami paham terhadap hal tersebut. Namun, itulah satu-satunya pencegahan yang efektif untuk mengurangi potensi penularan. Sehingga kasus positif tidak terus bertambah dan korban terus berguguran!” ujarnya.

Kepada Kepala Daerah di 52 kabupaten/kota ini yang pada minggu ini berpindah dari zona orange ke zona merah, pihak Satgas Penanganan Covid-19 Pusat memohon dengan sangat agar berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Pusat apabila ada kendala atau tantangan yang dihadapi. Silakan mengkoordinasikan kebutuhan yang dapat mendukung peningkatan upaya penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing, sehingga dapat mencapai upaya yang maksimal.

Jubir juga menyampaikan apabila kita refleksi ke belakang, dampak dari intervensi terhadap kenaikan kasus selalu memakan waktu lebih lama dibandingkan dampak dari pemicu penularan. Hal ini tercermin pada pembelajaran dari PSBB yang kembali diperketat pada di DKI Jakarta pada bulan September lalu. Di mana dibutuhkan 3 minggu intervensi untuk dapat melihat penurunan kasus yang akhirnya hanya bisa bertahan selama 4 minggu saja.

Jubir menegaskan bahwa saat ini perkembangan penanganan yang menunjukkan tren perburukan, utamanya pada pulau Jawa dan Bali di minggu ke-2 pelaksanaan PPKM, seharusnya cukup menjadi dasar pertimbangan untuk mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang sedang berlangsung. Belajar dari pengalaman yang lalu, kebijakan-kebijakan ini maka PPKM baru dapat terlihat dampaknya dalam kurun waktu lebih dari 3 minggu. “Semoga ini dapat dipertimbangkan sebelum memutuskan pembaharuan atas kebijakan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *